BERITA UTAMA

Tak Terima Diejek, Srikandi Berani Datangi Polres Kolaka

KOLAKAPOS, Kolaka–Kalau sebelumnya dua paslon calon saling lapor di Panwas, kali ini beda ceritanya. Melainkan, ratusan srikandi pendukung pasangan calon bupati Kolaka Asmani Arif dan calon wakil bupati Syahrul Beddu (Berani) mendatangi Polres Kolaka. Kedatangan para ibu-ibu ini, mengadukan nasib mereka. Karena merasa terhina dengan salah satu pendukung Paslon lain di Pilkada Kolaka dengan meneriakan kata-kata yang kotor.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/3) sekitar pukul 11 ; 00 WITA. Dimana saat rombongan pasangan “Berani” pulang dan melintasi posko induk kandidat lain usai melaksanakan kampanye dialogis secara terbuka di Kelurahan Watuliandu Kecamatan Kolaka.

“Saat kita lewat tadi pagi. Ada salah satu pendukung Paslon lain mengejek kami dengan kata-kata yang tidak sopan (lo). Bukan hanya itu, sesekali juga ada yang ibu-ibu yang memperagakannya dengan mengangkat tangannya,” ungkap Inggit Rasid kepada beberapa rekan media.

Ia juga mengatakan, sebenarnya ada tawaran proses mediasi. Namun karena diajak disalah satu posko paslon lain. Maka mediasi itu tidak berjalan dengan baik. Malah ditolak mentah-mentah oleh kubu Srikandi Berani. Bukan hanya itu, berdasarkan pengakuan beberapa Srikandi Berani, pihak yang dilaporkan atas nama HD (inisial red) sudah datang di Polres Kolaka. Namun tak lama kemudian, pelaku tidak ditahan melainkan dibebaskan.

“Makanya kami datang rame-rame disini pak. Karena pelaku sudah pulang dirumahnya. Kami kesini hanya minta keadilan. Kami yakin, siapapun dia tidak akan terima pak, kalau sudah diteriaki dengan kata-kata yang sangat kotor dan terhina inj,” tambah seorang Ibu dengan muka marahnya.

Para ibu-ibu ini juga mengaku, tidak ingin mencari masaalah dengan pendukung Paslon lain. Namun sudah didahului. Maka persoalan ini langsung diserahkan kepada pihak yang berwajib. “Kami ini ingin damai. Tidak ingin ada permusuhan pak. Kolaka ji ini. Ini milik kita semua. Bukan milik seseorang tau golongan,” teriak seorang perempuan dengan membanting jaketnya ditanah dan enggan menyebutkan namanya.

Kemarahan ratusan srikandi berani redah, setelah mendapatkan penjelasan dari tim advokasi Paslon Berani yang turun langsung, yakni Andi Asgaf. Ia mengatakan, tidak ditahannya HD oleh pihak yang berwajib, karena kuasa hukum terlapor, menunggu surat panggilan resmi dari polisi, meski saat itu sempat dipanggil untuk dimediasi.

“Aduanya teman-teman sudah diterima. Terkait tidak ditahan, itu karena pihak dari kuasa hukumnya terlapor tidak menginginkan kliennya kalau belum ada surat panggilan dari pihak kepolisian. Nah saya jelaskan teman-teman. Aduanya saat ini tetap akan berproses dan berlanjut dan tetap akan ditindak secara hukum. Saya akan koodrinasi sampai sejauh mana prosea hukumnya,” jelasnya.

Setelah mendapat penjelasan dari kuasa hukum “Berani” para perempuan ini langsung membubarkan diri secara damai. Laporan Srikandipun telah resmi diterima dengan terlapor atas nama HD. Merekapun berjanji akan kembali datang dengan masa yang lebih banyak, jika terlapor tidak diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. (ing/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top