BERITA UTAMA

Masmudin : Jagalah Kolaka Ini

KOLAKAPOS, Kolaka–Dari data yang dihimpun oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Kolaka, jumlah ASN yang diduga terlibat dalam politik praktis mencapai diatas 40 orang. Jumlah yang ditemukan itu, pasca dimulainya tahapan Pemilukada hingga saat ini. Pelanggarannyapun beragam, ada yang ikut menghadiri kampanye, memasang alat peraga kampanye dan yang paling banyak melalui media sosial dengan memosting atau memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon maupun yang lainnya.

“Hingga saat ini jumlah ASN yang diduga melanggara sekitar 40 orang lebih. Dari jumlah itu, ada yang sementara proses dan ada juga yang sementara dalam kajian lebih dalam. Bahkan sudah ada yang diberikan sanksi. Untuk jumlah pastinya, nanti akan dirilis pada setiap periodenya dalam waktu dekat ini,” ungkap Ketua Panwas Kabupaten Kolaka Juhardin, kepada beberapa rekan media akhir pekan kemarin.

Ia juga mengatakan, dari data yang diperoleh pihak Panwas Kabupaten Kolaka, jumlah dugaan pelanggaran terhadap ASN di semua Kabupaten

dan Kota se Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka menduduki peringkat pertama, sehingga sanksi moral dan penurunan pangkat sudah ada yang

jatuhkan kepada beberapa ASN di Kolaka. Karena terbukti melanggar asas neteralitas dalam Pilkada. “Semoga, pemerintah setempat berperan

aktif terhadap netralisasi ASN ini, atau setidaknya semakin berkurang atau perlu tidak ada sama sekali ke ikut sertaan dalam politik peraktis,

karena ASN itu di tuntut untuk kenetraan dalam dalam peroses pilkada,” harapnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Kolaka Masmuddin menanggapinya dengan santai. Ia mengatakan, selama ini pihaknya sudah sering menyampaikan tentang netralisasi ASN saat Pilkada nanti. Baik itu pada saat Pilkada Kolaka maupun Pilgub Sultra pada 27 Juni mendatang. “Dimana-mana saya selalu sampaiakan kepada utamanya ASN agar netral,” ungkapnya kemarin.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sultra ini juga mengatakan, sebagai ASN diharapkan untuk tidak membenani atau menjalankan tupoksi tambahan, melainkan menjalankan tugsanya sebagai ASN. “Posisikanlah diri
sebagai ASN. Semua orangpun tau, kalau ASN itu memiliki hak suara. Biar nanti dalam kotak suara akan kelihatan. Karena disitu pasti akan ketahuan siapa yang akan dipilih pilih,” katanya.

Selain itu katanya, menjaga keamanan demi Kolaka juga sangat penting seperti saat ini hingga kedepannya. “Kita jagalah keamana ini. Jangan ada yang terbawa kehal-hal yang tidak baik, apalagi menjelang Pilkada nanti. Kolaka ini miliki kita semua,” tutupnya. (ing/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top