MUNA

Operasi Diduga “Bocor”, Penerima Paket Sabu Lolos, Polisi Hanya Mampu Bekuk ABK Kapal Malam

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga dan Kasat Narkoba AKP Muh Ogen Sairi saat menunjukan barang bukti sabu dan ABK kapal malam yang berhasil diamankan. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Wilayah teritorial LM Rusman Emba kini darurat narkoba. Tercatat, sejak Januari hingga Maret tahun ini sudah sembilan kasus narkoba dan 10 tersangka yang berhasil diungkap dan diamankan oleh Satnarkoba Polres Muna. Parahnya, sasaran penjualan obat haram ini menyisir kalangan pelajar serta masyarakat umum Bumi Sowite.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga mengatakan, Polres Muna melalui Satnarkoba terus bekerja ekstra guna mencegah masuknya narkoba yang lebih besar di Bumi Sowite. Alhasil pada Sabtu (24/3) sekira pukul 10.32 Wita, operasi penyamaran Kasat Narkoba AKP Muh Ogen Sairi berhasil membekuk anak buah kapal (ABK) KM Teratai Prima I berinisial HI (33). Pasalnya, ABK, HI yang berprofesi sebagai koki ini ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu 34,50 gram yang sengaja diselundupkan olehnya dengan cara mecampur bungkusan barang haram tersebut ke dalam kardus paket pengiriman barang. Dimana dos pertama berisikan sepatu dan sendal bekas serta dos kedua berisikan kain lap dan potongan-potongan besi tua bercampur dua botol kosong minuman keras.

“Berdasarkan informasi, akan ada pengiriman paket dari Kendari ke Raha. Kemudian Satnarkoba Polres Muna melakukan pengamatan dan penyelidikan. Ketika sampai di kota Raha petugas mencari inisial pelaku HI, kelahiran Wanci, alamat Dira, kelurahan Wandoga Utara, kecamatan Wangi-Wangi, Wakotobi. Dengan kode 5000, HI mengajak anggota yang menyamar ke dalam kamar untuk menyerahkan paket. Di dalam satu dus besar ditemukan 4 sachet sabu-sabu seberat 23,28 gram dan didalam satu dus kecil ditemukan 2 sachet sabu-sabu seberat 11.22 gram,” ungkapnya pada awak media di Makopolres Muna, Senin (26/3).

Sayangnya, dalam operasi penyamaran itu polisi tidak berhasil membekuk penerima paket yang berisikan narkotika tersebut. “Hasil pemeriksaan awal, dia (HI) menguasai barang (sabu-sabu, red) tersebut. Menurut keterangan akan ada yang mengambil. Tapi, setelah sampai ke pelabuhan kita lakukan pengamatan menunggu orang yang mengambil, dia tidak datang-datang,” jelasnya.

Perwira polisi perpangkat dua bunga melati di pundak ini belum dapat memastikan operasinya saat itu telah “bocor”. “Kemungkinan bocor kita belum bisa memastikan. Tapi, pada prinsipnya orang yang akan mengambil barang itu tidak datang. Tapi kita akan terus dalami,” ketusnya.

Kendati saat pemeriksaan urine HI negatif narkoba, namun mantan Kabag Bin Ops Narkoba Polda Sultra ini menegaskan, pihaknya tetap menjerat HI dengan pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba AKP Muh Ogen Sairi mengatakan, penjualan narkotika jenis sabu-sabu tersebut akan disebar ke berbagai kalangan dalam kota Raha. “Otomatis, yang mengambil barang ini pasti dia bawa ke umum atau ke pelajar,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top