BERITA UTAMA

Tanah Amblas di Bangkali, BPBD Muna Abai

 Laode Ruji saat memperlihatkan tanah yang amblas di halaman rumahnya yang membentuk lubang sumur dengan lebar mulut lubang 4 meter kedalaman 7 meter.FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Warga desa Bangkali kecamatan Watoputeh kabupaten Muna dibuat panik dengan amblasnya tanah di sekitar lingkungan mereka. Tanah amblas tersebut mengakibatkan enam rumah mengalami kerusakan.

Tanah yang amblas di halaman rumah salah seorang warga, Laode Ruji, berbentuk lingkaran dengan diameter mencapai empat meter dan kedalaman tujuh meter. Tidak hanya merusak enam rumah, tanah amblas juga membuat jalan aspal disekitar lokasi kejadian retak.

Laode Ruji mengungkapkan, tanah ambalas di halaman rumahnya, bukan hal yang pertama kali terjadi. Peristiwa tersebut pernah terjadi September 2017 silam. Apes buat Laode Ruji, saat melaporkan peristiwa bencana alam yang dia alami di kantor Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Muna, malah laporannya dijawab dengan BPDB Muna tidak punya anggaran untuk membantu meringankan penderitaannya tersebut. “Sekitar bulan sembilan lalu, longsor dengan lubang dua meter, kedalaman sekitar lima meter. Pada waktu itu saya melapor di kantor bagian bencana, (BPBD,red), mereka datang juga periksa disini (melihat longsor dihalaman rumahnya. Red). Saat itu saya bertanya ke beliau-beliau, bagaimana cara antisipasinya ini? Kata mereka, mau diapa? Tidak ada anggaran. Jadi dibiarkan begitu saja. Oleh karena tidak ada perhatian, maka saya berusaha sendiri. Saya ambilkan material timbunan dengan enam ret batu besar, dua ret batu kapur, dan dua ret tanah campur kerikil. Saya kasi rata,” ungkapnya pada Kolaka Pos Senin, (26/3).

Meski telah ditutupi dengan material, beberapa hari kemudian tanahnya kembali amblas. “Beberapa hari lagi, dia hujan. Longsor lagi sekitar tujuh meter dia turun. Lubangnya tetap dua meter. Saya melapor lagi, bagaimana ini? Katanya tunggu sampai APBD perubahan. Saya bilang okelah kalau begitu. Kita isimi dengan sampah warga itu lubang sampai kedalamannya mencapai dua meter karena sudah dipenuhi sampah,” katanya

Kemudian, kata Laode Ruji pada Minggu, (25/3) sekitar pukul 01.30 Wita, hujan lebat mengguyur desanya hingga air hujan menggenangi lubang longsoran tersebut. Akibatnya, lubang yang sudah ditutup dengan tumpukan sampah kembali amblas dengan kedalaman yang cukup parah. “Setelah hujan reda, diukur dalamnya dikasi turunkan tali 18 meter tidak sampe. Lubangnya meyerong ke barat membentuk liang. Mulut lubang awalnya hanya 2,5meter. Tapi, tadi malam jam 3 bunyi lagi (longsor susulan,red) bibir lubang melebar jadi 4 meter dan kedalamannya berkurang menjadi tujuh meter,” katanya.

Ia berharap, musibah kali ini, pemerintah kabupaten Muna dapat tergerak hatinya untuk membantu meringankan pederitaan yang mereka alami. Sebab, saat ini mereka mulai khawatir lubang tersebut akan semakin meluas dan dapat merobahkan rumah tempat tinggal mereka. “Yang terkena dampak ini enam rumah. Yakni rumah Laode Ruji, Erjun, Anas T, Waode Haluni, Ladolo dan Laode Tanini. Kami minta perhatian kira-kira bagaimana meringankan penderitaan kami sebagai korban. Kalau melihat dari para Kepala Dinas itu, tadi malam datang. Ada juga Kapolres dan Polsek. Tapi kalau untuk bantuan belum ada,” sesalnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Muna La Ege saat ditemui Kolaka Pos dilokasi musibah pada pukul 10.30 Wita menyesalkan lantaran BNPB belum hadir dilokasi musibah tanah longsor. “Saya sudah telpon, kata Kepala BPBD, La Ode Ikbar Rifai sedang sakit dan sekarang di Kendari. Katanya dia sudah perintahkan Sekertarisnya untuk datang kesini,” ucapnya.

Sementara itu, pantauan Kolaka Pos Senin pagi di lokasi musibah tanah longsor desa Bangkali, sejak pukul 8.00 Wita hingga pukul 10.30 Wita, tak satupun tanaga BPBD Muna terlihat membantu melakukan evakuasi serta pembersihan di areal tanah longsor. Yang terlihat hanyalah anggota Polsek Watupute, mitra PLN beserta warga sekitar saling bergotong royong melakukan pembersihan dan membantu mengakut barang-barang warga untuk dievakuasi ketempat kerabat mereka. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tanah tanah longsor ini. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top