KOTA KENDARI

Deklarasi KJ3 dan Talkshow Banyak Mendapatkan Apresiasi

Foto Pengamat Ekonomi Nasional Abdul Rahman Farisi.FOTO:Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari–Tanggal 7 April mendatang akan diselenggarakan Deklarasi Komunitas Jalan Jalan (KJ3) yang dirangkaikan dengan talkshow pariwisata dengan mengangkat tema “Bedah Potensi Pariwisata Sultra” yang akan dilakanakan di salah satu hotel ternama yang ada di kota Kendari, Sultra.

Deklarasi tersebut diinisiasi para Jurnalis media online se-Sultra dan salah satu media cetak yakni Kolaka Pos. Dan agenda itu banyak mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya pengamat ekonomi nasional, Abdul Rahman Farisi, (ARF). Sehingga Ia menghimbau, agar perhelatan KJ3 itu didukung dan sinergitas dinas pariwisata Sultra, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) di 17 Kabupaten/Kota se-Sultra.
“Kegiatan tersebut sangat bagus, karena wisata yang ada itu harus dipublikasi, agar masyarakat tahu,” urainya melalui sambungan selulernya. Selasa, (27/03).

Program ini lanjutnya, menjadi momentum tepat untuk semua pihak yang berkompeten, dalam hal ini pemerintah terkait untuk mengkaji masalah-masalah dalam pengembangan sektor pariwisata yang ada di Sultra. “Dengan media selain sarana publikasi, juga harus menjadi mitra kritis pemerintah. Dengan kegiatan tersebut, kita bisa mengetahui, bahkan mencetuskan model desain yang didukung di dalamnya, termasuk infrastruktur wisata, sehingga masyarakat yang berkunjung tidak hanya satu kali,” ujar ARF sapaan akrabnya.

Terpisah, salah satu inisiator acara drama potensi pariwisata dan deklarasi KJ3 yang juga ketua DPD JOIN Kendari Icas Chunge menjelaakan, acara bincang-bincang film dokumentasi KJ3 ini merupakan langkah awal bagi komunitas, yang dibentuk oleh sejumlah jurnalis yang tergabung dalam organisasi Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sultra dan media cetak Kolaka Pos, tidak hanya melakukan tugas peliputan di 17 Kabupaten/Kota se-Sultra, namun juga menjadi momentum pergerakan Jurnalis sebagai mitra kritis pemerintah. “Kami bertanya-tanya saat melakukan penelitian kecil-kecilan di beberapa destinasi wisata. Apa sebenarnya yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait? Mengapa potensi hanya sebatas publikasi seremonial melalui acara tahunan? Harusnya dengan potensi kekayaan alam ini, Sultra bisa bergerak lebih cepat dari daerah lain,” ungkapnya.

Karena itu lanjut pria yang mempunyai dua anak ini berharap, agar pemerintah, pelaku industri, jasa pariwisata, pengamat ekonomi nasional, serta pembicara utama yang dihadirkan dalam agenda talkshow kali ini, dapat mencetuskan solusi. Bahkan, ada beberapa Wisata yang dianggap mati suri dari sisi pengelolaan dan pemberdayaan. “Kekuatan publikasi sangat penting sebagai sarana promosi, tapi alangkah baiknya jika lintas pemangku kepentingan, penggagas regulasi, dan pengamat memberikan kontribusi dari diskusi yang kami kemas. Lewat deklarasi KJ3 dan Talkshow ini semoga menjadi momentum yang tepat untuk menjadikan Sultra lebih maju dari daerah lain, dan berkembang tanpa menggeser nilai-nilai budaya, etika, dan kearifan lokal itu sendiri,” tutupnya. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top