BERITA UTAMA

Dokter Kandungan RSBG Tuai Kecaman

Syaifullah Khalik, anggota DPRD Kolaka.

KOLAKAPOS, Kolaka–Tindakan dr.Marwan, dokter kandungan yang bertugas di RS.Benyamin Guluh Kolaka, menuai kecaman. Penelantaran pasien yang diduga dilakukan satu-satunya dokter kandungan di rumah sakit plat merah itu, disebut bentuk lepas tanggung jawab terhadap keselamatan pasien.

Hal tersebut, kata ketua Komisi III DPRD Kolaka, Syaifullah Khalik, tentu saja menjadi preseden buruk bagi pelayanan RSBG. Apalagi dr.Marwan sebelumnya juga sudah dituding melakukan malpraktik. “Tentu sangat kita sesalkan ada lagi yang seperti ini. Januari lalu saja ada laporan dugaan malpraktik yang menyebabkan korban meninggal dunia, ini ada lagi. Jadi ini sudah berulang kali,” terangnya.

Legislator Gerindra tersebut menyesalkan tindakan dr.Marwan keluar kota saat ada pasien yang membutuhkannya. “Dari laporan itu, kita sesali kepergian keluar kota dokter ahlinya disaat ada pasien yang membutuhkan. Ini namanya lepas tanggung jawab, apalagi hanya dia satu satunya dokter ahli disitu, mana tanggungjawab nya? Terus sepertinya dia juga lebih pentingkan kliniknya,” ketusnya.

Dia juga mengatakan bahwa sebagai dokter, harus mengutamakan keselamatan pasien dibanding urusan lain. Apalagi, dengan status aparatur sipil negara yang melekat padanya, dokter haarus menunjukkan pengabdian yang total. “Harusnya keselamatan pasien didahulukan dibanding urusan lainnya, jangan dia pentingkan urusan luar atau urusan kliniknya. Apalagi diakan seorang PNS, difasilitasi pemerintah, ada tunjangan, rumah, mobil dan sebagainya, harusnya dia dahulukan tugas pokoknya,” tegasnya.

Meski demikian, Syaifullah juga menyadari bahwa masalah utama di RSBG adalah kekurangan dokter ahli kandungan. Hal tersebut jelasnya, pernah diusulkan kepada Pemkab Kolaka untuk penambahan beberapa dokter spesialis. Namun sampai hari ini belum terealisasi. “Sudah beberapa kali saya usul, dari dulu kita perjuangkan agar dokter ahli ditambah termasuk dokter kandungan, tapi entahlah mengapa belum terealisasi. Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah,” tandasnya.

Atas insiden itu, DPRD akan melakukan hearing pada Kamis pekan ini. (cr4/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top