KOLAKA TIMUR

Koltim Miliki Laboratorium Microbacteri Afaafa

Bupati Koltim H. Tony Herbiansyah saat meninjau sekaligus meresmikan Laboratorium Microbacteri Afaafa di desa Tinete, kecamatan Aere.FOTO:Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta–Sebagai daerah agrobisnis yang kaya akan jenis tanaman pertanian maupun perkebunannya, Kolaka Timur (Koltim) yang notabene sebagai daerah otonomi baru (DOB) kini telah memiliki laboratorium microbacteri afaafa. Peresmian sarana prasarana pendukung klaster pengembangan coklat terintegrasi tersebut, diresmikan oleh bupati Koltim Tony Herbiansyah di desa Tinete, kecamatan Aere, Selasa (27/3).
Dalam sambutannya Tony Herbiansyah mengatakan, sangat mengapresiasi kepada perwakilan bank Indonesia Sulawesi Tenggara yang telah komitmen mengembangkan tanaman coklat di Sultra, khususnya pembuatan laboratorium mini micribakteri afaafa (MA-11) atau pembuatan pupuk di desa Tinete.
“Saya berharap produksi pupuk yang dihasilkan oleh laboratorium mini bisa dinikmati oleh semua petani coklat di Koltim. Sekalipun ada permintaan pupuk organik dari kabupaten lain, namun yang harus didahulukan yakni Koltim,” ucapnya.
Apalagi kata Tony, Koltim merupakan penghasil coklat terbesar di Sultra , dengan luas areal perkebunan coklat Koltim mencapai 69 ribu hektar dari total 250 ribu hektar lahan coklat yang ada di Sultra. “Saat ini luas area perkebunan coklat Koltim cukup luas, sehingga saya ingatkan agar pupuk yang dihasilkan bukan saja untuk kebutuhan coklat tapi bisa digunakan juga ke tanaman lainnya,” pintanya.
Sementara itu, ketua Lem sejahtera desa Tinete Sudirman menjelaskan, keberadaan laboratorium mini ini dibangun oleh bank Indonesia dengan anggara total dana Rp60 juta melalui Lem sejahtera. “Laboratorium ini berfungsi untuk permentasi atau pengurai pupuk, yang bahan dasarnya dari kulit coklat dan kotoran ternak. Mamfaat pupuk ini nanti dapat menstabilkan tanah, yang selama ini sudah ditanami coklat berpuluh puluh tahun,” katanya.
Untuk diketahui, selain meresmikan laboratorium mini, bupati Koltim juga menyempatkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kandang ternak komunal, sekaligus mengunjungi kebun sambung pucuk di desa Tinete. (k9/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top