HUKUM KRIMINAL

PSK di Warung Remang-remang Dikirim ke Solo

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Pekalongan–PSK yang buka praktik di warung remang-remang masih marak di Kabupaten Pekalongan, Jateng. Bahkan, tak jarang mereka beroperasi melayani pria hidung belang di siang bolong.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan Edi Widiyanto. Dikatakan, sampai sekarang pemberantasan warung remang-remang terkendala dengan sulitnya membedakan antara warung biasa dengan warung yang sering digunakan untuk ajang prostitusi.
“Kami biasanya melakukan penelusuran setelah ada laporan dari masyarakat. Setelah benar bahwa di sebuah warung digunakan untuk ajang prostitusi, maka kita akan langsung terjun ke lapangan untuk kemudian melakukan razia,” ujar Kasatpol Edi Widiyanto.
Sebelumnya, lanjut dia, pihaknya telah melakukan penyisiran di sejumlah warung remang yang terindikasi sering dijadikan ajang bisnis esek-esek di area Kesesi, Bijong dan Siwalan, Jumat lalu (23/3).
Operasi ini bekerja sama dengan pihak Dinkes Kabupaten Pekalongan sebagai upaya pengendalian penyebaran wabah HIV/AIDS.
“Dari operasi kemarin, tepatnya di Kesesi kita dapat empat PSK dan satu laki-laki hidung belang, di Bojong dapat satu perempuan dan satu laki-laki (pasangan/pacar sewa kamar), serta di Siwalan kita menjaring dua perempuan,” terang Edi.
Setelah terjaring, mereka langsung dibawa ke markas Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan screening HIV. Screening atau deteksi HIV ini dilakukan oleh petugas dari Dinkes.
“Dari sembilan orang tersebut, semuanya tidak ada indikasi positif HIV. Namun, semua PSK yang berhasil terjaring itu, langsung kita bawa ke panti rehabilitasi sosial di Solo untuk mendapatkan pembinaan dan keterampilan,” ujar Edi. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top