BERITA UTAMA

Tuntas, Polemik Transportasi Laut Kasipute Kabaena

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Rumbia — Polemik pelayaran kapal cepat MV Cantika Anugerah dan kapal kayu rute Kasipute-Kabaena sudah tuntas setelah DPRD Bombana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Selasa,(27/3).

RDP yang berlangsung selama empat jam lamanya itu di pimpin langsung oleh Ketua DPRD, Andi Firman, Wakil Ketua DPRD, Drs. Ahmad Mujahid, Amiadin serta dan Kepala Cabang MV Cantika Anugerah, Ishak Musaib serta pemilik dan para ABK kapal kayu.

Seperti yang dikutip dari salah satu media online Sultrapost.com, RDP yang sempat berlangsung alot itu,para ABK kapal kayu menginginkan MV Cantika tidak lagi melakukan embargasi penumpang di pelabuhan Sikeli dan tetap melakukan embargasi penumpang sesuai trayek sebelumnya.

Sebab kehadiran kapal cepat dianggap dapat menghilangkan mata pencaharian mereka. Juru bicara perwakilan kapal kayu H Sideking mengatakan bahwa adanya aksi penghadangan yang dilakukan oleh para ABK baru-baru ini, buntut dari hadirnya kapal cepat itu disikeli.

“Sebenarnya kami tidak ingin menolak hadirnya MV Cantika Anugerah hanya saja hadirnya kapal cepat di Sikeli akan mempengaruhi mata pencaharian kapal kayu. Nah kemarin alasan MV Cantika berlabuh di Sikeli ini karena cuaca buruk, namun belakangan tiba-tiba izin trayeknya di pelabuhan Sikeli tersebut. Sehingga inilah yang membuat para ABK melakukan aksi,” ungkapnya.

Sementar itu Kepala Cabang MV Cantika Anugerah, Ishak Musaib dihadapan pimpinan dan anggota DPRD alasan mengapa pihaknya berlabuh di Sikeli,itu disebabkan karena kondisi pelabuhan Batuawu tempat yang sebelumnya menjadi pelabuhan untuk mengangkut dan menurunkan para penumpang di Kabaena itu sudah tidak layak lagi untuk digunakan.

“Kalau kita lihat saat ini, untuk melakukan embargasi-embargasi di pelabuhan itu sangat tidak layak. Karena kalau kita bicara dari segi keselamatan penumpang itu sudah tidak layak lagi.Kalau ada insiden kecelakaan yang terjadi disini, itu yang bertanggung jawab siapa, tentunya lari ke pihak Syahbandar. Makanya terbitlah kami punya Rencana Pola Trayek (RPT) untuk embargasi penumpang disana. Kami hanya minta dalam seminggu berlabuh di sikeli satu kali,” jelasnya.

Menyikapi permasalahantersebut, anggota DPRD Bombana politisi partai Golkar, Heryanto meminta kedua belah pihak untuk bekerja sama.hal ini dilakukan agar tidak ada yang dirugikan baik pihak MV Cantika maupun para pengusaha kapal kayu.

“Kapal kayu ini juga tidak boleh ngotot untuk tidak memberikan kesempatan kepada MV Cantika. Karena kalau berbicara aturan,Cantika ini memeliki izin itu sangat jelas dan kita tidak bisa merubah. Jadi harus ada titik temu, agar tidak ada yang dirugikan. Pihak cantika juga bisa beroperasi dengan baik begitu pula dengan kapal-kapal kayu, sehingga bisa berjalan beriringan,” ucapnya.

Meski berlangsung lama, namun pihak kapal kayu akhirnya sepakat untuk memberikan kesempatan MV Cantika melakukan embargasi penumpang di Sikeli sebanyak satu kali dalam seminggu. Kesepakatan itu pun disaksikan oleh tiga unsur pimpinan DPRD Bombana

“Sesuai kesepakatan hari Senin MV cantika berlabu mulai dari Baubau, Talaga, Sikeli, dan Kasipute. Kembalinya dihari Selasa, dari Kasipute, Batuawu, Talaga, Baubau. Sedangkan untuk jadwal kedua karena kapal cepat satu minggu dua kali yaitu di hari Jumat dari Baubau, Talaga, Batuawu, Kasipute dan baliknya hari Sabtu, Kasipute, Batuawu, Talaga, Baubau. Semoga kesepakatan ini tidak menuai protes lagi dan tidak merugikan baik kapal kayu dan kapal cepat. Untuk itu kesepakatan ini saya buat diatas kertas untuk disepekati bersama,” tutupnya.(K6/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top