KONAWE

Tidak Optimal, Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Puriala

Sejumlah masyarakat saat melakukan unjuk rasa di DPRD Konawe.FOTO:Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha–Sejumlah masyarakat yang tergabung Forum Masyarakat Kecamatan Puriala (FMKP) menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe. Massa aksi tersebut menuntut agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Puriala di optimalkan. Pasalnya, pelayanan yang saat ini dilakukan oleh tenaga medis di nilai tidak maksimal.

Rekisman, dalam orasinya menyampaikan agar permasalahan pelayanan di puskesmas puriala harus segera di benahi. Sebab, pelayanan yang ada di kecamatan Puriala dinilai tidak maksimal, mulai dari segi fasilitas kesehatan, tenaga medis seperti dokter, bidan dan perawat serta tidak di dukungnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) 1×24.

“Hal ini sangat di sayangkan masyarakat Priala yang merasa jika Puskesmas kecamatannya tidak bisa di andalkan dari segi pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Dari sejumlah pemasalahan yang terjadi di Puskesmas Puriala tersebut, lanjut Rekisman, mengharapkan agar DPRD Konawe, untuk segera mengambil tindakan agar pelayanan kesehatan dioptimalkan seperti di puskesmas lainkecamatan. Sebab puskesmas kecamatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa kelurahan dan kecamatan.

” Kami meminta agar anggota DPRD dari dapil Puriala peka akan masalah yang terjadi di sana (Puskesmas Red) karena kejadian ini sudah memakan korban, akibat minimnya fasilitas kesehatan dipuskesmas puriala. Kami tidak ingin kasus kematian karena pelayanan ini kembali terjadi,” kata Rekisman, Senin (16/4).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III Husnia Nuhung Makati saat menemui massa menyampaikan, masalah pelayanan kesehatan ini, anggota DPRD akan meninjau langsung ke lapangan guna memastikan pelayanan di sana. Nanti setelah meninjau, dewan akan mengambil langkah-langkah penyelesaian terkait pelayanan kesehatan di sana yang menjadi pemasalahan di masyarakat saat ini.

” Kita akan turun dulu meninjau langsung di puskesmas dan puskesmab pembatu lainya, hasil tinjauan teman-teman dewan selanjutnya kita akan lakukan hering dan memanggil dinas kesehatan, kepala puskesmas puriala, dan camat untuk mendudukan masalah ini,” katanya.

Demikian dengan fasilitas puskesmas yang minim, di jelaskan politisi Partai Amanat Nasional ini, masalah minimnya fasilitas ini, dewan akan berusaha memperjuangkan agar failitas di sana bisa seperti puskesmas lain di kecamatan yang sudah menjalankan IGD 1×24 dan rawat inap dan terseduanya fasilitas oenunjang lainya.

” Puskesmas Puriala belum rawat inap, tapi ada unit gawat daruratnya, nah kita akan menanyakan hal ini ke kapus puriala kenapa UGD puskesmas tidak di operasikan 1×24, demikian dengan ambulans yang tidak stay di puskesmas,” terang Husnia.

Di tempat yang sama, Jumrin Haba, anggota Dewan Konawe, terkait permasalahan dokter Puskesmas, menegaskan bahwa, seluruh puskesmas di konawe memiliki satu dokter, demikian di puskesmas puriala, jika yang terjadi di puriala tidak memiliki dokter maka dokter yang telah di tempatkan di puriala akan di pertanyakan ke pemerintah daerah konawe dalam hering nanti.

“Semuan puskesmas memiliki dokter, di puriala saat saya berkunjung tahun 2015-2016 juga ada, kalau memang sejak 2017 ini dokter di sana tidak lagi bekerja maka di hering nanti kita akan pertanyakan ke dinas terkait,” ucapnya.(m4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top