MUNA

Tekan Isu Primordialisme, Polres Muna Gelar Zikir dan Tabligh Akbar

Dzikir dan Tabligh Akbar dirangkaikan dengan perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW digelar di halaman Mako Polres Muna.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Primordialisme adalah paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku-suku bangsa. Dampak negatifnya yakni, menghambat hubungan antar bangsa, menghambat asimilasi dan integrasi, mengurangi objektivitas IPTEK, terjadi diskriminasi, serta etnosentrisme. Untuk menekan isu primordialisme tersebut jajaran Polres Muna menggelar Dzikir dan Tabligh Akbar di halaman Mako Polres Muna Rabu (18/4/).

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan Dzikir dan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk bangkit membangun diri dengan nilai-nilai moral yang lebih baik. “Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan satgas nusantara yang diharapkan bisa menekan isu primordialisme, sektoral, kesukuan, golongan dan lebih mengedepankan identitas nasional,” ujarnya

Lanjut pria tegap berpangkat dua bunga melati dipundak ini mengatakan, konstalasi dan dinamika politik tahun 2017 semakin dinamis dan cenderung mengalami peningkatan akibat manuver politik yang dilakukan Parpol dan elitnya dengan memanfaatkan setiap momentum yang berpotensi menarik simpati publik bagi kepentingan politiknya menjelang pelaksanaan pilkada 2018 dan pemilu 2019 melalui ujaran kebencian, propaganda politik, penyalahgunaan medsos sehingga berpotensi menimbulkan konflik yang dapat mengancam perpecahan bangsa dan demokrasi.

“Dimasa pilkada 2018 yang sementara berjalan ini, kita jadikan pilkada ini damai, kondusif. Jangan masyarakat yang kita cintai ini kita korbankan hanya untuk kepentingan pribadi, kepentingan golongan dan kelompok-kelompok tertentu,” katanya

Agung Ramos Paretongan Sinaga mengingatkan, tahun ini tiga wilayah hukum Polres Muna yakni Kabupaten Muna, Muna Barat dan Buton Utara akan mengadakan hajatan demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra.

Olehnya itu Ia berharap Pilkada Sultra ini dijadikan sebagai sarana edukasi politik bagi masyarakat yang memiliki hak memilih dan yang dipilih jangan melakukan politik uang, black campaign, hate speech, ataupun berita hoax. “Saya meminta kepada masyarakat Muna, Muna Barat dan Buton Utara, mari kita bersama-sama menjaga kantibmas. Bijak dan dewasa dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial sehingga tidak disalah gunakan,” tandasnya

Sementara itu, pantauan Kolaka Pos Zikir dan Tabligh Akbar yang digelar Polres Muna pagi itu menghadirkan Da’i kondang asal Makassar yakni Ustadz Amri Amir. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top