BERITA UTAMA

Helikopter PT. IMIP Jatuh,  Pekerja Tewas Terkena Puing Kecelakaan

Helikopter jenis Choper milik PT WhiteSky yang jatuh beroperasi di perusahaan tambang PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)

KOLAKAPOS, Morowali — Sebuah helikopter jenis Choper milik PT WhiteSky yang beroperasi di perusahaan tambang PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) jatuh. Heli jatuh di kawasan pabrik smelter nikel PT. IMIP, Morowali Sulawesi Tengah. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.20 Wita, Jumat (20/4).

Humas PT. IMIP, Dedy Kurniawan membenarkan kejadian tersebut melalui telepon selulernya. “Betul milik perusahaan kami, tadi pagi jatuh,” papar Dedy.

Heli tersebut sebenarnya sudah take off dari helipad. Namun sekitar tujuh menit mengudara, heli tersebut kembali ke Helipad, namun sayang terjatuh saat hendak mendarat sekitar 100 meter dari Helipad. “Heli sudah take off sekitar 7 menit, entah kenapa heli berbalik arah kembali ke helipad. Belum sampai 100 meter dari helipad terjatuh,” tuturnya.

Katanya pula Belum diketahui pasti penyebab jatuhnya heli tersebut. “Penyebabnya belum bisa kita pastikan, masih menunggu penyelidikan dari KNKT tentunya,” ungkap Dedy.

Menurut Dedy, heli tersebut memuat delapan penumpang. Selain pilot dan co-pilot, penumpangnya terdiri dari enam kru sebuah Rumah Produksi di Cina. Mereka akan bertolak ke bandara Haluoleo Kendari, setelah mengambil dokumentasi di kawasan industri PT.IMIP.

“Ada WNA, delapan orang penumpangnya, infonya saat ini 4 orang luka ringan, 2 luka parah termasuk pilot, 2 lainnya selamat hanya shock saja. Sementara korban meninggal itu satu orang dari pekerja bukan penumpang, kebetulan dia mau pulang kerja dan berada di sekitar jatuhnya heli. Korban atas nama Haris Heni Pratama, 25 tahun. Ia terkena puing heli yang terpental saat jatuh,” terang Dedy.

Dedy mengaku belum dapat memastikan apakah hal tersebut merupakan bagian dari kecelakaan kerja. Namun demikian saat ini, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan investigasi terkait penyebab jatuhnya heli. “Pihak pimpinan saat ini belum bisa bersikap. Pimpinan sepenuhnya menyerahkan kepada hasil penyidikan KNKT. Kalau hasil investigasi KNKT sudah keluar, baru kita bisa bersikap,” tandansya. (m4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top