BERITA UTAMA

Intervensi Bulog Dianggap Rugikan Petani

Ardin, Ketua DPRD Konawe (pegang Kertas) saat menemui massa petani di Kantor DPRD. FOTO: Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha — Sekitar ratusan petani dari kecamatan Tongauna Utara dan Padangguni memprotes kebijakan Bulog Unaaha yang memonopoli harga gabah di dua kecamatan tersebut. Aksi protes ini di tunjukan melalui aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan kantor Perum Bulog Unaaha, Senin (23/4) Kemarin.

Massa yang menamakan diri dari Aliansi Petani Menggugat (Aspima) meminta kepada DPRD Konawe untuk mengambil tindakan terhadap kebijakan bolog yang dinilai telah merugikan petani. Hal ini diungkapkan Andriadi, orator Massa saat berada di depan gedung Dewan Konawe.

Kata Andriyadi, pihak bulog Unaaha seakan tidak menginginkan petani di Konawe sejahtera dengan menjual gabahnya kepada pembeli luar Konawe. Bulog bahkan mengancam pembeli gabah dari luar Konawe. “Saat ini harga mencapai Rp4500-4600 perkilogram. Ini menjadi angin segar bagi petani karena harga tersebut mampu sedikit mensejahterakan. Namun Bulog bertingkah dengan para tengkulak di Konawe, katanya untuk menstabilkan harga sesuai harga pemerintah, jika ada harga yang tidak sesuai ketetapan maka akan disanksi,” Kata Anci Sapaan Andriyadi.

Terkait aksi Ini, ketua DPRD Konawe Ardin saat menemui para petani ini berjanji akan memanggil Bulog Unaaha dan Koramil Unaaha untuk Rapat Dengar Pendapat pada hari ini, Selasa (24/4). “Ini masalah yang sangat urgen, jadi besok kita lakukan hearing di kantor ini, saya akan memanggil pihak Bulog dan Koramil,” ungkap Ardin.

Untuk di ketahui, berdasarkan inpres pemerintah pusat nomor 5 tahun 2015 tentang harga gabah kering mencapai Rp3700 per Kilogram untuk tingkat petani, sedangkan di tingkat penggilingan Rp3750per kilogram. Harga tersebut berubah pada Januari tahun ini dengan menambahkan 20 persen dari Inpres atau harga mencapai Rp4400/Kg, namun harga tersebut bertahan sampai dua bulan.

Pada awal maret pemerintah kembali menurunkan persen harga gabah tersebut, yang dulunya 20 persen kini menjadi 10 persen, artinya harga saat ini yang dikeluarkan pemerintah mencapai Rp3700 ditambah Rp370 (10 persen dari Rp3700), sebesar Rp4070. Sedangkan tengkulak dari luar Konawe berani membeli gabah dengan harga harga Rp4500 sampai Rp4600 perkilogram. (m4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top