BERITA UTAMA

Kakek Bejat di Muna, Cabuli Cucu, Kemudian Sholat Subuh

KOLAKAPOS, Raha–Sejatinya manusia saat memasuki usia senja mengisi hari-hari mereka dengan memperbanyak amal ibadah. Namun berbeda dengan seorang kakek asal desa Baluara kecamatan Batukara kabupaten Muna. AL (58), pria paruh baya ini terpaksa menghabiskan sisa umurnya dibalik jeruji besi Polres Muna guna mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya karena telah melakukan perbuatan cabul terhadap cucu tirinya Mawar (11) (nama samaran- Red).

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga melalui Kasat Reskrim, Iptu Fitrayadi mengungkapkan, peristwa AL melakukan perbutan cabul terhadap Mawar terjadi pada 22-23 November 2017. Namun peristiwa tersebut baru terbongkar saat ini setelah gadis belia itu melaporkan perbuatan cabul AL pada keluarganya.

Berdasarkan kronologis kejadian, ungkap perwira polri berpangkat dua balok dipundak ini, peristiwa kelam yang dialami gadis belia yang baru berusia 11 tahun ini terjadi pada hari Rabu (22/11/2017) sekitar pukul 16.00 Wita. Saat itu, dengan menggunakan sepeda motor tersangka AL menjemput korban (Mawar). Lalu, AL membonceng Mawar untuk dibawah menemani neneknya di desa Baluara. “Diperjalanan tersangka meraba-raba dua bagian vital korban dengan menggunakan tangan kirinya. Sementara tangan kanan AL memegang stir motor. Karena saat itu motor dalam keadaan berjalan,” ucapnya pada Kolaka Pos Jumat (27/4)

Kemudian, kata Fitrayadi. Perbuatan cabul AL kembali dilakukan keesokan harinya yakni Kamis, (23/11/2017) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari di dalam rumahnya desa Baluara kecamatan Batukara. “Saat korban tidur di samping neneknya, kemudian tersangka bangun. Namun, saat melihat korban tidur, tersangka langsung baring dan mengosok-gosokan kemaluan tesangka dibagian paha korban. Korbanpun terbangun. Tersangka langsung menuju ke mesjid untuk sholat subuh,” katanya

Fitrayadi juga mengatakan, atas perbuatan cabul AL terdap Mawar, maka tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1) jo. Pasal 76E perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. “Dari hasil pemeriksaan, baik korban maupun tersangka bahwa perbuatan tersangka tersebut sudah sering dilakukan pada korban dan hal tersebut termuat dalam BAP korban maupun tersangka,” tandasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top