BERITA UTAMA

Eks Napi Korupsi, Narkoba dan Kejahatan Seksual Dilarang Ikut Caleg 2019

KOLAKAPOS, Raha–Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) melarang eks narapidana (Napi) kasus korupsi, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak untuk mendaftar dan maju sebagai calon anggota legislatif DPR, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Hal tersebut dikemukakan Ketua KPU Muna, Kubais pada Kolaka Pos usai menggelar rapat koordinasi bersama instansi/lembaga terkait untuk persyaratan calon anggota DPRD dalam Pemilu 2019.

Menurutnya, larang tersebut berdasarkan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. “Semua diatur dalam PKPU. Jadi bukan napi narkoba atau bandar narkoba, napi kekerasan seksual terhadap anak dan kemudian napi korupsi,” ungkapnya

Kubais menegaskan larangan eks napi koruptor menjadi caleg juga tercantum dalam Pasal 7 Ayat (1) huruf h. “KPU berupaya untuk memerangi koruptor. Jadi hal ini yang utama di perangi bagi pihak penyelenggaraan pemilu,” tegasnya.

Selain itu, Kubais juga mengungkapkan bahwa di Sulawesi Tenggara hanya ada dua rumah sakit pemerintah yang telah teregistrasi di KPU RI sebagai tempat tes kesehatan dan narkoba bagi para Caleg 2019 yakni rumah sakit Bahteramas kota Kendari dan rumah sakit Benyamin Galuh kabupaten Kolaka.” Ini berdasrkan surat edaran KPU nomor 627. Tidak boleh mengurus di rumah sakit yang tidak ditunjuk oleh KPU RI, karena itu batal,” tandasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top