BERITA UTAMA

Harga Sembako di Kolaka Mulai Turun

Net/ilustrasi

Saat Ramadhan Naik

KOLAKAPOS, Kolaka–Banyaknya stok sembako yang ada di pasar raya Mekongga kabupaten Kolaka, membuat harga beberapa sembako mengalami penurunan. Meski tidak secara drastis penurunannya. Namun, bagi warga merasa sangat bersukur.
Sebab, ketika memasuki bulan suci ramadhan hingga perayaan idul fitri, harga sembilan bahan pokok yang ada di pasar raya Mekongga itu, harga sembako mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Disperindag Kolaka Kamal Arif membenarkan penurunan harga tersebut. Ia menjelaskan, beberapa harga sembako yang ada dipasar raya mekongga saat ini sudah mulai mengalami penurunan dari beberapa bulan sebelumnya. Maksudnya pada saat bulan ramadhan kemarin.
Bawang merah misalnya. Kalau sebelumnya harganya bisa mencapai Rp 40.000 per kilogramnya. Kini harganya telah turun dan menjadi Rp. 30.000 per kilogram. “Harga itu, berlaku pula kepada bawang putih dari Rp 40.000 perkilogramnya. Kini turun Rp30.000 per kilogram,” ungkapnya.

Sama halnya dengan cabai keriting dan besar katanya. Kalau sebelumnya harganya bisa mencapai Rp. 40.000
perkilonya bahkan lebih. Kini keduanya harganya telah turun hingga Rp.30.000 perkilonya bahkan kurang dari itu.
Hal ini katanya, disebabkan pengiriman dari Sulawesi Selatan telah lancar. Sehingga, untuk harga sembako maupun ketersediannya, saat ini telah banyak di pasaran.

“Yang jelas, hampir semua harga sembako saat ini mulai normal harganya. Makanya, dalam waktu dekat ini, kami
akan kembali turun untuk mengecek langsung. Baik itu harganya, maupun ketersedian jenis sembako itu sendiri,”
tuturnya.

Sementara itu, salah satu pembeli bawang Masra membenarkan adanya penurunan harga bawang dan cabai tersebut. Menurutnya, harga bawang dan cabai saat ini mengalami penurunan hingga Rp.10.000 perkilonya dari Rp.40.000 perkilonya. Hal ini katanya, makin banyaknya stok barang yang ada. Sebab, berdasarkan pengetahunnya, untuk sembako yang ada di Kabupaten Kolaka, hampir semuanya berasal dari sulawesi selatan. “Sudah lancar lagi barang pak. Makanya, harga saat ini mulai turun. Selain itu, kebutuhan akan sembako untuk seperti saat ini tidak terlalu banyak. Beda kalau saat ramdhan bahkan idul fitri. Itu sangat tinggi. Kalau saat ini, yah, normal-normal saja,” tuturnya.(ing/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top