METRO KOLAKA

Senyum Bahagia Side Berkat SJB Kolaka

Pembina dan penasehat SJB Kolaka, Muhammad Aris (kiri) bersama Side di rumah barunya yang terletak di jalan Lambotoro, lingkungan II Lalodipu, kelurahan Mangolo, kecamatan Latambaga.FOTO:ist/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Memiliki hunian yang layak merupakan dambaan setiap orang. Tak terkecuali warga Lalodipu, kecamatan Latambaga, kabupaten Kolaka, Side (70).
Tinggal di rumah “pohon” reot selama 10 tahun, Side nampaknya tak ingin menyusahkan orang lain. Buktinya, Side memilih hidup menyendiri dan menjauh dari perkampungan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pria yang hidup sebatang kara ini mengandalkan hutan.
Beruntung, ditengah era modernisasi saat ini masih ada yang peduli dengan sesama. Mereka tergabung di Sedekah Jariyah Bersama (SJB) Kolaka. “Awalnya kehidupan pak Side viral di Medsos (media sosial, red), setelah ditemukan oleh anak-anak muda Lalodipu sementara sakit di rumah pohonnya itu. Tiangnya (rumah pak Side, red) dari pohon gamal yang terus tumbuh dengan dinding plastik-plastik dan bekas spanduk yang robek-robek. Luasnya hanya sekitar 2×1,5 meter. Dari informasi itu, kami (SJB, red) bergerak untuk membantu dan alhamdulillah pengerjaan rumah pak Side telah rampung,” ujar pembina dan penasehat SJB Kolaka, Muhammad Aris, kemarin (2/7).
Tak butuh waktu lama untuk pembuatan rumah Side yang baru. Berbekal dana dari donatur serta sumbangsih anggota SJB Kolaka, akhirnya Side bisa menikmati rumah yang layak huni, dengan luas bagian dalam mencapai 2,5×2,5 meter, ditambah teras depan seluas 2,5×1 meter.
“Sebelumnya pak Side tinggal di jalan air panas, lingkungan V kampung baru, kelurahan Ulunggolaka. Kalau sekarang di jalan Lambotoro, lingkungan II Lalodipu, kelurahan Mangolo. Jarak dari pemukiman warga untuk rumah dulunya sekitar 2 kilometer. Kalau yang tempat rumah barunya sudah dekat dengan rumah warga. Hanya tetap memilih agak jauh ke belakang, dekat sungai sekitar 40 meter dari rumah yang punya lahan (Agus, red) dan 15 meter dari Masjid,” jelasnya.
Sementara itu, ketua SJB Kolaka, Farah Fausia mengatakan, rumah baru untuk Side dibuat dari bahan kayu, yang dibeli langsung dari para donatur dan sumbangsih anggota SJB Kolaka. “Rumah pak Side berdiri di atas lahan 6×5 meter di tengah kebun merica, yang pemiliknya bernama pak Agus. Waktu pengerjaan satu hari disiapkan dan distel di kelurahan Kowioha, kecamatan Wundulako, termasuk skap (serut, red) semua kayu-kayunya. Dua hari mulai pemasangan semua peralatan sampai pengecetan, serta kelengkapan peralatan tidur dan peralatan dapur. Semua sumbangan donatur. Jumlah dana termasuk konsumsi sekitar 5 jutaan, diluar sewa tukang karena tidak ada sewa tukang. Murni diselesaikan oleh tim SJB Kolaka, yang dibantu IKPERLA (Ikatan Persaudaraan Lalodipu, red),” bebernya.
Terpisah, Side tak bisa menyembunyikan euforia kebahagiaannya karena tidak perlu lagi hidup berpidah-pindah, saat tim SJB menuntaskan pengerjaan rumah baru untuknya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada semua yang telah membantu. Semoga apa yang telah diberikan kepada saya, akan dilipatgandakan oleh sang pencipta,” katanya dengan mata berkaca-kaca. (ist)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top