BERITA UTAMA

Siraman Air Berujung Tewasnya Murid SD di Muna

Remaja pembunuh anak SD ini ditangkap polisi tanpa perlawanan.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Fandy bin La Ake (17) warga kelurahan Walanbonewite, kecamatan Parigi, kabupaten Muna, harus menghabisi masa mudanya di dalam jeruji besi Polres Muna. Sebab, remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) itu, tega menghabisi nyawa teman sekampungnya La Arsyad (10), yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar (SD), Rabu (4/7).
Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi mengungkapkan, peristiwa kelam itu bermula pada saat korban dan tersangka serta teman-temannya yang lain, bermain disekitaran penjual buah nanas yang berada di pinggir jalan Poros Raha-Wamengkoli, Rabu (4/7) pagi.
“Saat bermain sambil cuci piring bersama, korban terjatuh karena didorong oleh tersangka kemudian korban menyiram air kepada tersangka. Selanjutnya tersangka menampar pada wajah sebelah kiri dengan menggunakan kepalan tangan kanan, setelah itu tersangka menusuk dada sebelah kanan korban dengan menggunakan pisau yang dipegang pada tangan kirinya,” ungkapnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara itu menambahkan, karena mendapat luka serius maka saat itu korban dilarikan ke Puskesmas Wakumoro. Namun naas, akibat luka yang cukup parah dan diduga kehabisan darah, korban meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis Puskesmas. “Tersangka sudah ditangkap di kelurahan Walanbonewite, kecamatan Parigi dan langsung dilakukan proses penyidikan,” katanya.
Fitrayadi juga mengatakan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Fandy terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara karena tersangka diduga telah melanggar pasal 80 ayat (3) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014, tengang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Karena pelaku juga masih di bawah umur sehingga penyidikannya akan mengacu ke undang undang RI nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan antara keluarga korban dan tersangka lanjutnya, maka polisi melakukan pengamanan di kampung tersebut. “Saat ini bapak Kapolres (AKBP Agung Ramos P Sinaga, red) Muna sedang berada di rumah duka, untuk menghimbau kepada keluarga korban agar tidak melakukan tindakan balasan,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top