BERITA UTAMA

Berani Menggugat

Informasi pengajuan PHP yang masuk di MK

KOLAKAPOS, Kolaka–Sepertinya, Pilkada Kolaka “belum usai”. Hasil pleno rekapitulasi suara oleh KPU yang memenangkan pasangan Ahmad Safei-Muh.Jayadin (SMS Berjaya), digugat pasangan Asmani Arief-Syahrul Beddu (Berani). Pasangan Berani telah mendaftarkan Permohonan Perkara Hasil Pemilihan (PHP) Bupati dan Wakil Bupati Kolaka tahun 2018 ke Mahkamah Konstitusi.

Gugatan tersebut telah tercatat dalam informasi Permohonan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 di Mahkamah Konstitusi. Hal tersebut dibenarkan ketua KPUD Kolaka, Nur Ali. “Ya Paslon nomor dua mengajukan gugatan, kita sudah dapat infonya, karena memang ada staf kita yang standby disana,” terangnya, (12/7).

Berdasarkan Aplikasi Pengajuan Perkara Pilkada (APPP) MK, gugatan pasangan Berani terdaftar dengan nomor APPP : 62/1/PAN.MK/2018. Gugatan yang menjadikan KPUD Kolaka sebagai termohon itu, didaftarkan pada 12 Juli, pukul 16.33 WIB.

Nur Ali mengatakan, meski permohonan gugatannya telah didaftarkan, namun belum diberi nomor perkara karena masih akan diteliti oleh MK. Jika permohonan gugatannya lengkap akan dilanjutkan atau diregistrasi oleh MK, jika tidak lengkap akan dikembalikan atau ditolak. “Diteliti oleh MK dulu, kalau memenuhi syarat di registrasi kalau tidak dikembalikan atau ditolak,” terang Nur Ali.

Dengan demikian lanjutnya, permohonan gugatan tersebut belum tentu menjadi perkara dan dilanjutkan oleh MK. Kepastian perkara tersebut diteruskan atau tidak, tinggal menunggu waktu saja. “Tanggal 23 Juli 2018 nanti adalah hari dimana Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi meregistrasi semua permohonan PHP ke dalam Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) utk Perkara PHP, Setelah itu, Kepaniteraan MK akan menyampaikan surat kepada KPU bahwa permohonan PHP yg diajukan adalah sekian, permohonan dengan rincian daerah a, b, c, dan seterusnya,” terangnya sembari mengatakan KPU Kolaka telah siap menghadapi gugatan paslon jika nantinya menjadi perkara di MK. (cr4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top