KOLAKA TIMUR

Jalan Rusak, Proyek Pembangunan Di Desa Dua Kecamatan Terhambat

Kondisi Jalanan Yang Menghubungkan Dua Kecamatan Yakni Kecamatan Uluiwoi dan kecamatan Uesi.FOTO:Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta–Target perampungan pembangunan proyek dana desa (DD) harus diselesaikan paling lambat bulan Desember mendatang. Namun sampai saat ini masih banyak desa yang belum memulai proses pekerjaan proyek DD tersebut. Padahal anggaran dari pemerintah pusat tersebut telah dua kali dicairkan melalui dua tahap. Keterlambatan pekerjaan proyek DD diakibatkan rusaknya fasilitas jalanan tidak mampu dilalui kendaraan yang akan membawa material. Seperti yang dialami dua kecamatan terujung yang ada di wilayah Kolaka Timur (Koltim) yakin kecamatan Uluiwoi dan kecamatan Uesi.

Sekretaris camat (Sekcam) Uesi Husain mengaku, jika masih ada beberapa desa diwilayahnya yang belum merampungkan pekerjaan proyek DD untuk dana tahap satu dan dua, hal ini akibat material proyek untuk menuju desa yang satu dengan desa yang lainnya masih sulit dilalui akibat jalanan yang rusak, sehingga proses pekerjaannya terhenti sementara. ” Yang menjadi hambatan saat ini, mobil pengangkut material tidak bisa masuk ke lokasi pekerjaan, sehingga aktivitas pekerjaan proyek di desa terhenti ” ungkapnya saat ditemui media ini Kamis (12/7).

Menurutnya, kerusakan jalanan diakibatkan mobil truk pengakut kayu yang lalu selalu melewati jalan desa apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini. ” Faktor utamanya disebabkan oleh mobil truk yang selalu lewat ditambah hujan yang selalu turun akibatnya jalanan sulit untuk dilalui ” akuhnya.

Namun, pihaknya akan terus memantau setiap desa agar proses pekerjaan dapat dilaksanakan meskipun ada keterlambatan.

Husain juga menghimbau agar semua desa dapat memasang papan informasi atau papan proyek yang dikerjakan dimasing-masing desa, agar keterbukaan kepada masyarakat terkait pengelolaan dana desa bisa diketahui oleh masyarakat. Selain itu dirinya juga menekankan kepada para kepala desa agar melakukan pemasangan baleho anggran pembelanjaan desa (Apbdes) sehingga masyarakat mengtahui secara rinci berapa anggran yang masuk ke desa. ” Masih ada oknum Kades yang masih mengabaikan untuk memasang papan proyek dan baleho Apbdes, sehingga kami himbau untuk memasang segera dipasang karena itu sudah menjadi aturan jika tidak maka kami akan tindak tegas oknum Kades tersebut ” tutupnya. (K9).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top