BERITA UTAMA

Polda Periksa 12 Saksi Kasus KTP Ganda

Kompol Dolfi Kumaseh.

KOLAKAPOS, Kendari–Dugaan kasus pemalsuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di kabupaten Kolaka, hingga kini belum juga menemui titik terang. Namun, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra, sudah melakukan pemeriksaan kepada 12 saksi, diantaranya Kadisdukcapil Kolaka Abdullah dan Lurah Kolakaasi, kecamatan Latambaga, Hamrin Mandaming.
Kasubdit PPID Bidhumas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menjelaskan, kasus tersebut sejauh ini masih dalam tahapan penyelidikan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. “Apakah kasus tersebut masuk dalam pidana atau sebaliknya,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (13/7).
Selain itu, Polda Sultra juga akan melakukan gelar perkara, usai berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil. “Tujuannya, apakah kasus ini bisa naik status atau tidak,” urai pria kelahiran Manado ini.
Ia menekankan, agar kasus penggandaan e-KTP ini tidak ada kaitannya dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, maupun pemilihan bupati Kolaka. Sebab, e-KTP tersebut diterbitkan hanya berbeda tanggalnya, dengan orang yang sama. “Jadi, untuk lagi-lagi saya katakan tidak berkaitan (Pilkada, red),” urainya.
Untuk diketahui, penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan pemalsuan KTP ini diambil alih oleh Polda Sultra, agar tidak berdampak luas, karena Kolaka baru saja menggelar pemilihan gubernur maupun bupati. Apalagi kasus ini sudah lama bergulir, berawal dari laporan masyarakat setempat pada Mei 2018 lalu. (p2/b)

Bagikan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top