BERITA UTAMA

Terpidana Cetak Sawah Kembalikan Duit Rp50juta

Kasih Pidsus Kejari Muna, Muh Ansar saat menerima kunjungan keluarga terpidana korupsi cetak sawah Alimuddin dalam rangka menyerahkan uang denda senilai Rp50juta ke Kejari Muna

KOLAKAPOS, Raha–Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna kembali menerima uang sebesar Rp50 juta dari terpidana korupsi pada Jumat sore (13/7). Uang tersebut merupakan uang denda yang dibebankan kepada mantan Kepala Dinas Pertanian Alimuddin, terpidana korupsi cetak sawah tahun anggaran 2012 di kabupaten Muna.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Muna, Muh Ansar, uang tersebut diberikan oleh istri Alimuddin. “Hal ini sesuai putusan PN Tipikor yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan dibebani uang denda Rp50juta subsider 4 bulan penjara dan pidana badan 2 tahun dari 3 tahun tuntutan JPU,” ungkapnya peda Kolaka Pos usai kegiatan jalan sehat Minggu, (15/7).

Ansar mengungkapkan, perkara korupsi cetak sawah 2012 dari dana bantuan sosial Rp7,7 miliar dengan luas areal persawahan baru 770 hektar di Kabupaten Muna telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar. Akibatnya, empat orang yang terlibat dalam proyek tersebut telah divonis penjara oleh hakim PN Tipikor Kendari. “Ada empat terdakwa dan semua sudah divonis oleh PN Tipikor yakni dua orang mantan kepala Dinas Pertanian Muna Alimuddin dan Muh Sifa, keduanya divonis dua tahun. Kemudian tim tehnis La Fedumu divonis empat tahun delapan bulan dari tujuh tahun tuntutan JPU. Fakta pengadilan, La Fedumu terbukti menikmati uang Rp500juta. Sementara Wakil Ketua DPRD LM Arwin Kadaka yang saat itu posisinya sebagai ASN di Dinas Pertanian Muna, dia menyediakan alat dan mengerjakan proyek telah menikmati Rp1,4miliar,” katanya

Namun, menurut Ansar status Wakil Ketua DPRD Muna LM Arwin Kadaka hingga saat ini masih terdakwa meskipun pada Senin (25/6) PN Tipikor telah menjatuhkan vonis padanya. Sebab, vonis yang dijatuhkan kepada LM Arwin Kadaka sangat rendah dari tuntun JPU yakni 2 tahun 6 bulan pidana penjara, sementara tuntutan JPU 7 tahun pidana penjara. “Khusus untuk LM Arwin Kadaka, karena putusannya tidak sesuai dengan tuntutan JPU jadi kita nyatakan banding. Kami nyatakan banding tanggal 9 Juli. Kita sudah masukkan memori bandingnya dan sekarang kita lagi menunggu putusan banding dari Tipikor PN Kendari Sultra,” tandasnya. (m1/c)

Bagikan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top