BUTON UTARA

Warga Bente dan Mata Keluhkan Pemadaman Listrik

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Buranga–Warga dua Desa di Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara yang merupakan perbatasan langsung dengan Kabupaten Buton, yakni Desa Bente dan Mata mengeluhkan adanya pemadaman listrik. Sebab, pemadaman terjadi baik itu siang hari maupun pada malam hari.

“Hampir tiap malam pak listrik di sini selalu padam. Biasanya terjadi ketika memasuki shalat magrib hingga selesai shalat Isya bahkan sampai jam 10 malam,” ungkap Refan yang merupakan warga Desa Bente, minggu (15/7).

Parahnya lagi lanjut Refan, pemadaman bukan terjadi satu kali. Namun berkali-kali baru normal kembali.

“Pemadaman ini belum lama terjadi. Kalau saya tidak salah. Ketika sudah memasuki piala dunia ini, baru sering terjadi pemadaman listrik hampir tiap malam hingga saat ini,” katanya.

Akibat pemadaman itu katanya, beberapa alat elektronik masyarakat mengalami kerusakan. Misalnya televisi, kulkas warga yang mengalami kerusakan. “Para ibu rumah tangga banyak yang mengeluh. Karena, elektronik mereka banyak yang rusak akibat pemadaman ini,” tuturnya.

Lain halnya dengan Ike. Ibu rumah tangga warga Desa Mata yang merupakan tengga dari Desa Bente ini mengaku, kesal dengan adanya pemadaman listrik. Sebab, pemadaman hampir sering terjadi ketika saat waktu makan berlangsung.

“Nafsu makan juga kurang pak akibat pemadaman ini. Kita bisa bayangkanmi pak. Pada saat lagi asyik-asyiknya makan. Tiba-tiba listrik langsung padam. Akhirnya, kadang langsung kenyang dengan kekesalan,” ungkapnya dengan waktu yang sama dan tempat yang berbeda.

Ia juga mengaku, aliran listrik masuk di Desa Bente dan Mata baru berlangsung sekitar dua tahun. Dimana sebelumnya, warga setempat banyak menggunakan genset bahkan tenaga surya. Namun sejak adanya listrik, genset dan tenaga surya telah ditinggalkan.

“Kalau memang misalnya ada yang mengalami kerusakan pada mesinnya. Minimal pihak PLN memberitahu warga. Saya pikir dengan kemajuan teknologi saat ini, bisa mengatasinya. Yah minimal pihak PLN bisa telpon pak Desa atau warga lainnya. Sehingga kami bisa mengetahuinya,” katanya.

Selain itu katanya, kalau membanding-bandingkan listrik menyala antara siang dan malam hari. Hampir tidak terjadi pada siang hari ada pemadaman. Kecuali pada malam hari. Hampir tiap malam ada pemadaman tanpa ada informasi yang lebih jelas.

“Kalau memang tidak bisa siang malam listriknya menyala. Yah malam saja baru menyala asal jangan selalu ada pemadaman secara mendadak. Siangkan bisa terang. Tapi malam, kalau tidak ada listrik gelap gulita,” pintanya.

Untuk itu, warga di dua desa tersebut berharap, agar kedepannya tidak ada lagi pemadaman. Kalaupun ada, jangan keseringan yang tiap malam sampai empat kali pemadaman. Sebab, jika sering adanya pemadaman. Beberapa alat elektronik rumah tangga banyak yang mengalami kerusakan. (ing)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top