BERITA UTAMA

Dua Komisioner KPUD Kolaka Membelot

KOLAKAPOS, Kolaka–Ditengah banyaknya pekerjaan, KPUD Kolaka malah terkena “musibah”. Dua komisionernya banting setir menjadi politisi dan mencoba peruntungan di Pilcaleg 2019. Praktis, dari lima komisioner, kini tersisa tiga saja.

Dua komisioner KPUD Kolaka yang terjun kedunia politik yakni Abdul Rauf dan Lukman. Abdul Rauf, terdaftar dalam DCS Gerindra untuk DPRD Kabupaten Kolaka, sedangkan Lukman terdaftar dalam DCS NasDem untuk Caleg DPRD Sultra.

Ketua KPUD Kolaka, Nur Ali membenarkan Abdul Rauf masuk DCS Gerindra, namun untuk Lukman, ia belum dapat memastikannya karena belum menyertakan pengunduran diri dari komisioner KPUD Kolaka. “Kalau pak Abdul Rrauf sudah ada pengunduran dirinya dan ditembuskan ke saya. Dan saat ini sementara menunggu pemberhentian resmi dari KPU RI. Kalau pak Lukman, hingga saat ini belum saya terima pengunduran dirinya,” ungkapnya, Selasa (17/7).

Abdul Rauf katanya, sudah memasukkan surat pengunduran dirinya pada 3 Juli lalu. Sejak saat itu katanya, Abdul rauf sudah tidak berkantor lagi. “Kalau sepengetahuan saya, haknya masih akan dia terima selagi belum ada pemberhentian resmi dari KPU RI pusat, karena kaber terbaru, SK pemberhentian sampai saat ini, KPU Pusat sementara proses,” jelasnya.

Namun ia menyebut masuknya Lukman dalam DCS terindikasi sebagai pelanggaran kode etik. Pasalnya, sebelum masuk DCS, Lukman sudah harus mengajukan pengunduran diri. “Kalau memang ini benar (lukman masuk DCS tanpa surat pengunduran diri), yah bisa kena kode etiklah,” katanya.

Selama ini, Lukman memang sering mengutarakan niatnya untuk berpartai kepada Nur Ali. Namun Nur Ali tidak menanggapi serius, Sebab Lukman memang tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri. “Pernah dia cerita dan akan berpartai. Tapi, saya tidak menggaggapinya. Beda dengan pak Rauf membuktikannya. Bahkan Bawaslu Provinsi datang di KPUD Kolaka belum lama ini, saya kasikan bukti surat penguduran dirinya. Karena ini bagian dari pengawasan,” bebernya.

Meski tersisa tiga komisioner saja, Nur Ali mengaku tidak akan berpengaruh terhadap agenda KPUD Kolaka. Alasannya, hampir seluruh komisoner KPUD Kabupaten dan Kota se Indonesia saat ini terdapat 3 orang. “Jadi, saya rasa tidak menganggu, dan saya pastikan, tahapan KPUD Kolaka untuk Pilcaleg 2019 tetap akan berjalan dengan baik,” tutupnya.

Masuknya Lukman sebagai DCS Partai NasDem DPRD Provinsi Sultra disampaikan langsung salah satu pengurus NasDem. Awalnya kata pria yang namanya enggan di korankan itu, Lukman akan masuk sebagai DCS Partai NasDem di Kabupaten Kolaka Timur. Namun karena kuotanya sudah terpenuhi, akhirnya Lukman memilih menjadi DCS NasDem pada DPRD Provinsi Sultra. (ing/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top