BERITA UTAMA

Uangnya Habis, Mesin Oven Kayu Belum Ada, Kadisperindag Muna Janji Dua Minggu Mesinnya Tiba

Ketua komisi II DPRD Muna, La Samuri

KOLAKAPOS, Raha — Anggota komisi II DPRD Muna menemukan dugaan pengadaan mesin oven kayu fiktif seharga Rp110 juta dalam laporan pertanggung jawaban APBD 2017 di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Muna saat menggelar rapat Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017. Fakta itu menguat saat Komisi II melakukan kunjungan ke lokasi penempatan mesin oven kayu ini, lagi-lagi mereka tidak melihat wujud mesin yang diperuntukkan bagi warga pengrajin mobiler di desa Bangun Sari kecamatan Lasalepa tersebut. “Ada bukti pengiriman namun barangnya belum ada,” ujar ketua Komisi II DPRD Muna La Samuri pada Kolaka Pos saat ditemui di kantor DPRD Muna kemarin (30/7).

Menurutnya, temuannya tersebut telah ia konfirmasikan ke Kadis Peridag Muna Sukarman Loke. Hasilnya, Sukarman Loke beralasan bahwa mesin oven kayu tersebut masih berada di atas kapal dan sementara perjalanan dari Jakarta menuju Muna. “Kalau dari kontraknya melanggar. Tapi kami sudah tekankan pada Disperindag, apabila sudah tiba barangnya segera konfirmasi kembali, karena jangan sampai kedepan menjadi kesalahan yang vatal,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Perindag Muna, Sukarman Loke saat di konfirmasi media ini mengatakan, dirinya tidak punya keinginan untuk melakukan pembuatan laporan fiktif terhadap pengadaan mesin oven kayu tersebut. “Tiada niat kita bersama kontraktor memfiktifkan atau sengaja memolorkan. Bukan. Hanya memang, kondisi barang itu kalau di beli barang rakitan tidak dijamin kualitasnya. Standar barangnya tidak dijamin. Sehingga di beli pabrikan yang daya tahannya lebih tinggi,” kilahnya.

Jadi, kata Sukarman, mesin oven kayu yang anggarannya bersumber dari DAK 2017 tersebut akan tiba di Muna dua minggu kedepan. “Barang itu tidak fiktif. Ada. Hanya memang ada keterlambatan,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top