MUNA

Uang Rp1,2 Miliar Jadi Bangunan Alakadarnya

Gedung rencana tempat penyimpanan mesin oven kayu di desa Bangunsari kecamatan Lasalepa yang menghabiskan anggaran Rp1,2miliar. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

Gedung Penyimpanan Oven Kayu di Desa Bangunsari

KOLAKAPOS, Raha —Pada rapat Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017, Komisi II DPRD Muna menemukan dugaan pengadaan mesin oven kayu fiktif seharga Rp110 juta, dalam laporan pertanggung jawaban APBD 2017 di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Muna, dimana dalam laporan tersebut ditemukan bukti pengiriman mesin oven kayu yang akan digunakan oleh warga pengrajin mobiler di desa Bangunsari, kecamatan Lasalepa. Namun pada kenyataannya berdasarkan keterangan ketua komisi II DPRD Muna Lasamuri, mesin tersebut tidak ada di lokasi penyimpanan.

Atas dasar hal tersebut, wartawan media ini melakukan penelusuran di lokasi penyimpanan oven kayu itu pada Selasa pagi (31/7). Hasilnyapun sama. Wartawan media ini tidak menemukan mesin oven kayu di desa tersebut. Namun yang mengejutkan adalah gedung yang nampak alakadarnya itu menghabiskan uang hingga Rp1,2 miliar, yang dikerjakan oleh CV Mondolalo tahun anggaran 2017. Hal ini berdasarkan papan proyek yang masih menempel di lokasi gedung tersebut.

Ironis memang, kendati gedung itu seharga Rp1,2miliar, namun kondisi gedung putih berukuran panjang kurang lebih 27 meter dan lebar kurang lebih 10 meter ini terlihat sederhana dengan atap seng dan rangka baja ringan, tiga petak ruangan berpintu dan satu petak ruangan tak berpintu dengan lantai di semen kasar. Sementara pada bagian luarnya tampak terlihat pondasi pagar dengan ukuran panjang kurang lebih 48 meter dan lebar kurang lebih 22 meter tanpa tembok pagar pemisah antara gedung mesin oven kayu dan sekolah PAUD.

Menurut warga setempat, Wania, gedung tersebut dibangun pada Juli 2017. Wanita berhijab yang berprofesi sebagai guru PAUD Tuna Sari ini, juga menyayangkan atas berdirinya gedung tersebut karena jaraknya yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari gedung PAUD. “Kalau mesin itu nantinya beroperasi, suaranya pasti mengganggu konsentrasi anak-anak. Otomatis proses belajar mengajar terganggu,” ucapnya pada Kolaka Pos saat ditemui di halaman sekolahnya.

Terpisah, Sekertaris desa Bangunsari Subandi mengatakan, pada dasarnya masyarakat menyambut baik program pemerintah menempatkan mesin oven kayu di desa mereka. Sebab mesin tersebut nantinya bakal meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat khususnya bagi para pengrajin mobiler. “Tidak ada sosialosasi, tapi tiba-tiba ada bantuan dan kami memberitahukan ke masyarakat untuk menyambutnya. Kalau masalah kebisingan karena disitu berdekatan dengan PAUD, dulu kita usulkan untuk pemagaran sama pemborongnya, katanya mereka akan lakukan pemagaran,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Perindag Muna Sukarman Loke yang coba dikofirmasi terkait temuan tersebut, tak bisa ditemui. “Dia (Sukarman Loke, red) keluar daerah,” ucap salah seorang staf di Disperindag Muna. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top