MUNA

Kejari Muna Belum Lirik Dugaan Pengadaan Oven Kayu Fiktif

Tidak ada mesin oven kayu, gedung yang terkesan ala kadarnya ini dibangun menggunakan anggaran Rp1,2 miliar pada Juli 2017 di desa Bangunsari kecamatan Lasalepa ini menjadi lokasi permainan anak-anak PAUD. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna hingga kini belum juga melirik dugaan pengadaan mesin oven kayu fiktif, senilai Rp110 juta di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muna tahun anggaran 2017.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Muna, Muh Ansar, sebelum mengambil langkah penyelidikan, dirinya terlebih dahulu akan melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Laode Abdul Sofyan untuk mengambil langkah terkait dugaan pengadaan mesin oven kayu fiktif di Disperindag Muna tersebut.

“Saya sudah baca WA (WhatsApp, red) pak Kasi Intel terkait pengadaan oven kayu itu seperti yang ada dalam pemberitaan. Hari ini (kemarin, red) rencananya saya akan koordinasi dengan pak Kasi Intel. Hanya saja pak Sofian sedang tugas dinas ke Buton Utara, jadi besok (hari ini, red) pagi saya akan sampaikan tindak lanjutnya,” singkatnya saat dikonfirmasi via seluler oleh wartawan, Rabu (1/8) siang.

Untuk diketahui, dugaan pengadaan mesin oven kayu fiktif seharga Rp110 juta di Disperindag Muna terbongkar saat Komisi II DPRD Muna menggelar rapat Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017, yang digelar di ruang komisi II akhir Juli 2018. Dalam laporan tersebut terlampir bukti pengiriman barang mesin oven kayu. Namun faktanya, saat anggota DPRD yang dipimpin oleh La Samuri melakukan cek lokasi penempatan mesin, yakni di desa Bangunsari, kecamatan Lasalepa, mereka tidak melihat wujud mesin oven kayu itu.

Anehnya, saat hal tersebut dikonfirmasi ke Kadis Perindag Muna, Sukarman Loke, Kadis ini menyebut bahwa mesin itu sedang berada di atas kapal dan direncanakan tiba di kabupaten Muna sekitar dua minggu kedepan. Jika dilihat berdasarkan kalender, mesin yang dibeli di Jakarta ini dipastikan tiba di Muna pada 13 Agustus 2018 mendatang.

Selanjutnya, pada Selasa pagi (31/7), wartawan media ini juga melakukan penelusuran di lokasi penempatan mesin tersebut, disana wartawan media ini menemukan hal yang sama dengan apa yang dilihat oleh anggota DPRD Muna dari Komisi II, yakni hanya berdiri sebuah bangunan kosong tak terawat.

Hal mengejutkan adalah rupanya gedung tak terawat itu merupakan gedung yang dibangun pada 11 Juli 2017. Hal ini berdasarkan papan informasi proyek yang melekat di depan gedung tersebut. Bangunan ala kadarnya yang dibuat oleh CV Mondolalo itu ternyata telah menghabiskan uang daerah sebesar Rp1,2 miliar. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top