MUNA

Dewan Beri Deadline Disperindag Muna, Datangkan Mesin Oven Kayu di Bangunsari

Wakil Ketua DPRD Muna, Laode Dirun.

KOLAKAPOS, Raha — Wakil Ketua DPRD Muna, Laode Dirun, memberikan deadline (tenggat waktu) satu bulan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muna, untuk membawa mesin oven kayu di desa Bangunsari, kecamatan Lasalepa. Jika hal tersebut belum juga diindakan oleh Kepala Disperindag Muna Sukarman Loke, maka dewan akan mengeluarkan surat rekomendasi ke pemerintah daerah, agar temuan dewan terkait dugaan pengadaan mesin fiktif itu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Muna.
“Saya sampaikan saat pimpin rapat kemarin, bahwa dalam tempo satu bulan itu (mesin oven kayu, red) harus ada di tempat. Konsekwensinya pasti keras, kita rekomendasikan ke Pemda untuk ditindaklanjuti,” ujar Laode Dirun pada Kolaka Pos saat ditemui di kantornya, Kamis (2/8).

Kebijakan dewan tersebut diambil kata politisi Golkar ini lantaran saat mengelar sidang putusan pertanggungjawaban penggunaan APBD 2017 tiga hari lalu. Dimana saat itu, Ia sebagai pimpinan sidang telah mengkonfirmasi keberadaan mesin oven kayu ini pada Kepala Disperindag Muna Sukarman Loke. Sukarman menyebut bahwa sebelumnya Perindag sudah membawa mesin oven kayu di desa Bangunsari, namun mesin tersebut dikembalikan lagi ke Jakarta oleh kontraktor karena mesin yang datang merupakan mesin oven kayu bekas. “Informasinya (mesin oven kayu, red) sudah di lokasi, tapi ditolak makanya dikembalikan,” katanya.

Namun saat ditanyakan bahwa saat wartawan media ini pernah berkunjung ke desa Bangunsari dan mengelilingi gedung senilai Rp1,2miliar itu, disana tak nampak tanda-tanda bahwa dalam gedung baru itu pernah disimpan mesin oven kayu. Maka wakil ketua DPRD Muna ini beralibi bahwa tanda-tandanya sudah hilang karena faktor alam.

“Ohhh mau bicara bekas (jejak-jekak mesin oven kayu, red), sudah tujuh bulan. Sedangkan kita disini dua bulan saja sudah ditumbuhi rumput. Mau bicara bekas-bekas itu (jejak-jekak mesin pernah duduk, red) saya tidak bisa komentari karena kita ini sudah satu bulan saja kita tidak tinggali, tanah sudah penuh rumput. Jadi kalau bicara bekas susah sekali,” kilahnya.

Demikian halnya dengan anggaran bangunan yang mencapai Rp1,2miliar. Kata Dirun, anggaran tersebut sudah mencakup dengan harga mesin oven kayu Rp110juta. “Sudah masuk (mesin oven kayu, red) disitu dia (anggaran Rp1,2 miliar, red). Karena dalam satu bangunan tidak bisa dipisah-pisah. Item anggarannya oke, mata anggarannya secara keseluruhan itu real costnya sama,” katanya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top