BERITA UTAMA

KPH Konsel Amankan 17 Kubik Kayu Tak Bertuan

KOLAKAPOS, Andoolo — Maraknya ilegal logging di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bukan isapan jempol semata. Buktinya, Kesatuan Pengelolaan Hutan Wanggu, Laeya dan Roraya (KPH Gularaya) Konsel, mengamankan sebanyak 608 batang kayu tanpa tuan, Kamis (2/8).

Diungkapkan Kepala KPH Konsel Dharma Prayudi, kayu tersebut jika dikubikkan sekitar 17,8 kubik, dengan jenis kayu meranti dan kayu merah. Kayu tersebut ditemukan di bendungan Roraya III, desa Alakaya kecamatan Palangga. “Kayu ini bersifat kayu temuan, pasalnya saat dilokasi tidak ditemukan pemilik ataupun orang yang mengaku pemilik. Dan ini berantai dimana lain yang mengolah, lain yang merakit begitu juga yang membeli. Untuk sumber kayu sementara tidak diketahui, hanya saja kalau yang jenis meranti itu berasal dari hutan lindung,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk dugaan sementara pengambilan kayu itu sekitar Wolasi. Kayu ditebang di TKP, lalu disalurkan lewat sungai desa Aosole. Modus tersebut dipilih karena para pelaku ilegal logging beranggapan mobilisasi lebih cepat melalui dibanding diangkut satu persatu. “Setelah kayu disenso, naiklah pemikul dengan perakit untuk kemudian disalurkan di sungai, jadi ada yang keluar di sungai Aosole ada juga di sungai Roraya dan beberapa sungai lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, sungai yang digunakan untuk menyalurkan kayu ilegal tersebut, hulunya di gunung Sengiri Wolasi. Jadi dari mata air disitulah dijadikan tempat penyaluran kayu. Untuk proses pengolahannya tidak dilihat hanya saja hulu sungai ini terhubung keempat sungai tersebut, kalau musim panas dibentangkan terpal supaya airnya tinggi lalu kayunya dilepas. “Saat ini semua barang bukti masih diamankan di KPH Gularaya, untuk selanjutnya dilakukan lelang. Hingga saat ini belum pernah ada orang yang datang mengaku sebagai pemilik kayu tersebut,” ungkapnya. (k5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top