BERITA UTAMA

20 September Kursi Dewan Musdalim Zakkir dan Sainal Amrin Tinggal Kenangan

KOLAKAPOS, Kolaka — Dua Anggota DPRD Kolaka yakni Musdalim Zakkir dari Partai PKPI dan Sainal Amrin dari Partai Hanura yang “Nyaleg” melalui partai lain pada Pemilu 2019 nanti tidak bakal berlama-lama menikmati kursi dewannya. Pasalnya sesuai Surat Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia perihal pemberhentian Anggota DPRD Propinsi dan Kabupaten Kota yang yang mencalonkan diri dari partai politik yang berbeda dengan partia politik yang diwakili pada pemilu terakhir untuk mengikuti Pemilu Tahun 2109, keduanya tidak lagi memiliki status beserta hak dan kewenangannya setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai Calon dalam Daftar Calon tetap.
“Sesuai surat Kemendagri tanggal 3 Agustus Nomor 160/6324/OTDA ya otomatis begitu, dan surat itu juga sudah ditembuskan kepada seluruh Ketua partai politik,” tutur Nur Ali, Ketua KPU Kolaka (3/8).
Itu artinya, Musdalim Zakkir dan Sainal Amrin masih punya batas waktu menikmati kursi dewannya hingga penetapan DCT pemilu 2019 nanti pada 20 September 2018. “Kalau jadwal penetapan DCT itu tanggal 20 Sepetember 2018,” terang Nur Ali.
Lanjut Nur Ali, meskipun demikian proses Pergantian Antar Waktu kedua Anggota DPRD Kolaka yang pindah partai tersebut sudah ‘on proses’. “Masih dalam proses klarifikasi, bisa saja sebelum batas DCT kalau semua prosesnya berjalan,” ungkapnya.
Lanjut Nur Ali, pihaknya juga masih menunggu Petunjuk Teknis Dari KPU RI untuk pelaksanaan proses PAW anggota DPRD yang pindah partai tersebut. “Kita juga tunggu juknis dulu, yang pasti sesuai aturannya mereka harus mengundurkan diri,” ujarnya.
Untuk diektahui dalam surat Kemendagri yang diterima KPU Kolaka tersebut dalam point 4 menjelaskan bahwa anggota DPRD yang pindah partai, sejak bersangkutan ditetapkan sebagai calon dalam Daftar calon tetap maka tidak lagi memiliki status beserta hak dan kewenangannya sebagaimana disayaratkan dalam ketentuan perundang-undangan.
Dan Kedua anggota DPRD Kolaka, Musdalim Zakkir dari partai PKPI tersebut pindah partai dan nyaleg melalui partai Gerindra, sedangan Sainal Amrin adalah legislator Hanura yang juga pindah partai dan nyaleg melalui partai Gerindra. (mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top