BERITA UTAMA

Demo Mahasiswa Desak Beasiswa Cerdas Konaweku Dicairkan

Aksi Mahassiswa di depan kantor Dikbud Konawe

KOLAKAPOS, Unaaha — Puluhan Mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) geruduk kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Senin (6/7) mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Unilaki (GMU) menanyakan anggaran beasiswa dari program Cerdas Konawe, yang hingga bulan Agustus belum juga dicairkan.

Padahal, persyaratan bagi mahasiswa yang mendapat program ini sudah diselesaikan terkait berkas 900 mahasiswa yang mendapat beasiswa tersebut. Randy P Dalam orasinya, mencurigai jika anggaran program Cerdas Konaweku yang di anggarkan oleh pemerintah daerah hanyalah isapan jempol belaka pasalnya hingga kini belum juga ada realisasi nyata dari program yang di buat pemda Konawe.

” Kami mendesak agar dinas pendidikan untuk segera melakukan pencairan terhadap 900 mahasiswa yang menerima beasiswa cerdas Konaweku,”kata Randy.

Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, Jumrin Pagala, Saat menemui mahasiswa menyampaikan, program cerdas konaweku berupa beasiswa ke mahasiswa Unilaki, hingga kini sudah di sodorkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Konawe untuk di lakukan pencairan,

Namun yang perlu di pahami, Lanjut Jumrin Pagala, Dinas pendidikan hanya sebatas memproses administrasi terkait kelengkapan 900 Mahasiswa yang mendapat program ini, selanjutnya BPKAD yang mengeksekusi anggaran.

” Betul Daftar Pagu Anggaran (DPA) milik Dinas pendidikan, namun proses pencairanya itu ada di BPKAD,” Ucap Jumrin singkat.

Sementara itu, Pj. Bupati Konawe, Tasman Taewa, menanggapi tuntutan mahasiswa Lakidende mengatakan, belum bisa mencairkan anggaran tersebut. ” kita tetap usahakan untuk di cairkan, karena ini anggaran pendidikan namun sekarang kita mau ambil anggaran dari mana tetapi yang pasti jika anggaran sudah ada kita akan prioritaskan,” terang Tasman.

Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) di depan kantor dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe sempat ricuh, setelah salah satu pegawai dinas Dikbud lakukan aksi arogansi terhadap massa aksi dengan melakukan kekerasan dengan cara menarik salah satu kerah baju massa aksi. Beruntung kesiapan polisi yang mengawal aksi tersebut membuat kedua belah pihak dapat di tenangkan. (m4/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top