MUNA

Pasang Pukat Ikan Malam Hari, Warga Desa Lambiku Hilang

 Diduga Dimakan Buaya

KOLAKAPOS, Raha — Jasad Lantalea (56) hingga saat ini belum juga ditemukan setelah pria paruh baya ini dinyatakan hilang usai memasang pukat ikan di muara sungai desa Lambiku kecamatan Napabalono pada Minggu (5/8) sekitar pukul 21.00 Wita.
Padahal Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Muna bersama Polisi dan warga desa setempat sudah melakukan pencarian di Muara Sungai tempat korban pertama kali hilang.

La Nurudi (56) mengatakan, malam itu mereka bertiga yakni Lantalea (korban. Red) dan La Humbesi (50) memasang pukat di muara sungai Lambiku, setelah tiba di tempat pemasangan pukat korban langsung buka pakaian. Selanjutnya korban mengajaknya untuk turun di muara sungai tersebut. Setelah tiba di dalam air korban menyuruhnya untuk memegang ujung pukat dan menyenter ke arah korban yang saat itu sedang memegang ujung pukat kemudian dibawaknya menyeberangi sungai dengan posisi serong sambil terus di senter. Sementara rekannya La Humbesi tidak turun ke dalam muara sungai. “La Humbesi hanya duduk di pinggir kali dengan menyalakan lampu HP. Tidak lama kemudian saya mendengar suara Ahhh..!seperti suara orang kaget, saat itu juga saya sudah tidak melihat Lantalea,” ujarnya

Usai hilangnya suara teriakan tersebut, La Nurudi mengatakan Ia bersama La Humbesi mencoba melakukan pencarian dengan memanggil korban. Namun teriakan mereka tak kunjung mendapat jawaban. “Kerena tidak ada jawaban, kami kembali ke kampung untuk memberitahukan warga. Kemudian malam itu kami melakukan pencarian tapi korban belum juga ditemukan,” sesalnya

Terpisah Kepala BPBD Muna, La Ode Ikbar Rifai mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan bawah warga desa Lambiku hilang diduga diterkam buaya, Ia langsung menurunkan anggotanya untuk membantu melakukan pencarian. Namun hingga sore hari jasad korban belum juga ditemukan. “Kita lakukan penyisiran di pinggir-pinggir kali dengan perahu karet, untuk mencari korban, tapi belum juga ditemukan,” ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga mengatakan Ia telah menurunkan anggota kepolisian untuk mengetahui fakta-fakta hilangnya korban saat memukat ikan di muara sungai tersebut. ” Itu yang harus kita pastikan (dugaan dimakan buaya. Red) kita cari informasi, sebenarnya bagaimana. Itu (dimakan buaya. Red) baru informasi dari masyarakat,” tandasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top