BERITA UTAMA

Tidak Tepat Sasaran, Penerima Bantuan PKH di Kolaka

H.Syarifuddin Baso Rantegau, anggota Komisi III DPRD Kolaka.

KOLAKAPOS, Kolaka — Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kolaka dinilai masih banyak belum tepat sasaran. Warga yang membutuhkan banyak tidak menerima, sedangkan warga sudah sejahtera justru kebagian santunan. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kolaka, H. Syarifuddin Baso Rantegau alias H. Tontong.

“Banyak yang tidak sesuai atau tidak tepat sasaran, Kemarin saat saya reses, ada beberapa desa warganya mengeluhkan hal itu, ada yang sudah punya mobil dapat PKH bahkan ada yang punya kebun cengkeh yang luas juga dapat PKH,” ungkapnya.

Dia bahkan mengungkapkan salah satu sampelnya ada di Desa Watumelewe, Kecamatan Iwoimendaa. “Bahkan disamping rumahnya kepala Desa Watumelewe, punya mobil masih dapat juga bantuan PKH, warga yang miskin justru tidak mendapatkannya,” ungkap legislator PDIP tersebut.

Untuk itu dia menghimbau semua stakholder yang terkait dengan bantuan PKH agar dapat memverifikasi dan mendata ulang penerima PKH di Kabupaten Kolaka.

“Ini perlu ditinjau ulang, harusnnya mulai dari petugas PKH sampai kepala desa dan dinsos ini bisa berkoordinasi agar yang tidak tepat sasarn bisa dikeluarkan, saya yakin masih banyak warga diluar sana yang betul-betul wajar untuk mendapatkan bantuan PKH belum tercover,” terangnya.

Legislator PDIP itu juga mengatakan dirinya akan menelusuri hal tersebut agar bantuan PKH tersebut tepat sasaran. “saya akan tindak lanjuti, nanti juga akan saya telusuri bagaimana agar bantuan PKh ini bisa tepat sasaran,” terangnya.

Dia juga mengharapkan, penerima bantuan PKH yang sudah tidak layak menerima bantuan tersebut agar mau “legowo” atau sadar diri untuk melaporkan jika dirinya sudah tidak layak dapat bantuan PKH. “Harusnya mereka juga sadar diri yang sudah tidak layak dapat, masa orang mampu masih dapat bantuan,” jelasnya.(mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top