METRO KOLAKA

Panitia Kurban Keluhkan Retribusi yang Dinilai Tinggi

Ilustrasi hewan kurban

KOLAKAPOS, Kolaka — Sejumlah panitia kurban di Kabupaten Kolaka mengeluhkan tingginya biaya retribusi yang dikenakan terhadap hewan kurban yang akan disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha tahun ini. Biaya tersebut menyusul adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka terkait besaran retribusi pemeriksaan hewan kurban yang harus disetor panitia kurban. “Retribusinya sampai Rp 75 ribu per ekor. Jadi kalau 10 ekor sapi yang kami mau potong, kami harus bayar Rp 750 ribu. Padahal hewan yang akan kami sembelih itu di luar rumah pemotongan hewan. Ini terlalu berat. Hewan kurban ini juga bukan untuk dijual, melainkan untuk umat. Kalau memang pemerintah mau meningkatkan PAD jangan pungut dari ini, karena ini untuk umat,” keluh Yusuf, salah seorang panitia kurban di Kolaka.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka, Bachrun Hanise menjelaskan, retribusi tersebut merupakan biaya atas jasa pelayanan yang diberikan oleh pihaknya. Dimana hewan kurban yang akan disembelih terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. “Pada umumnya semua hewan yang akan disembelih terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Jangan sampai ada penyakitnya yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia seperti antraks. Karena kalau itu terjadi tentu kami lagi yang disalahkan,” jelasnya.

Bahcrun menambahkan, pemberlakuan retribusi tersebut telah berlangsung sejak lama dan telah diatur di dalam peraturan daerah (Perda). Meskipun demikian, pihaknya tidak serta memaksa jika nantinya ada warga yang enggan membayar retribusi tersebut. “Kami tidak akan memaksa. Tapi kami tidak akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang akan disembelihnya. Dan jika nantinya terjadi apa-apa, kami tidak akan bertanggungjawab,” pungkasnya. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top