BERITA UTAMA

Kolaka tak Dapat Quota Cetak Sawah Baru,  Sebaliknya Lahan Tidur Mulai Dibenahi

KOLAKAPOS, Kolaka — Pemerintah Kabupaten Kolaka tahun ini tidak mendapatkan kuota cetak sawah baru dari pemerintah pusat. Hal ini bukan hanya dirasakan oleh Kabupaten Kolaka, namun dapat dialami pula semua Kabupaten dan Kota se Sultra karena adanya moratorium.

Meski demikian, Kabupaten Kolaka dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura tidak ingin tinggal diam, sehingga beberapa lahan tidur lokasi persawahan masyarakat telah dibenahi demi meningkatkan produksi gabah di bumi mekongga itu.

“Tidak ada cetak sawah baru untuk tahun ini di Kolaka. Karena moratorium dan ini berlaku se Sultra. Sehingga, yang kita kerjasaat ini, membuka kembali beberapa lahan masyarakat yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik untuk kembali menjadi sawah produktif,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kolaka Ir. La Ramuli di ruang kerjanya kemarin.

Salah satu wilayah yang saat ini sudah digarap yang tadinya menjadi lahan tidur katanya, terdapat di Wundulako. Dimana katanya, pada wilayah itu sebelumnya terdapat lahan tidur, sekarang sudah termanfaatkan dengan baik.

“Diwundulako itu sekitar hampir 10 hektar sudah dimanfaatkan yang tadinya menjadi lahan tidur. Dan beberapa Kecamatan lainnya juga di Kolaka. Kalau ditotalkan, bisa mencapai kurang lebih seratus sekitar hektar yang tadinya menjadi lahan tidur persawahaan bahkan ada yang sudah menjadi hutan, saat ini kita jadikan sawah kembali,” jelasnya.

Mantan Camat Kecamatan Mowewe ini juga mengatakan, ada beberapa pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat agar dapat kembali menggarap sawahnya yang selama ini tidak produktif menjadi produktif kembali. Mulai dari pendekatan persuasif kepada petani bahkan memberikan bantuan langsung jika sangat diperlukan agar lahannya menjadi produktif lagi.

“Kalau misalnya, dia butuh pompa air, kita langsung berikan. Bahkan doser pernah kita turunkan untuk membatu. Makanya sekarang ini, kami tidak hanya duduk saja dikantor, namun kami turun dilapangan melihat apa permasalahannya untuk dicarikan solusinya,” tuturnya.

Terkait cetak sawah baru pada 2019 mendatang katanya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahuinya. Sebab, selain masih terbilang lama. Pihaknya juga belum mendapatkan informasi dari pemerintah pusat.

“Kita belum tau. Makanya, kita masih menunggu. Apakah ada kuotanya untuk Kolaka atau moratorium masih diberlakukan,” tutupya. (ing/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top