BERITA UTAMA

Jelang Wukuf, TKHI Pantau Ketat Kesehatan Jamaah Haji Kloter 23

Ketua kloter, pembimbing ibadah dan dokter kloter 23 Embarkasi UPG menjenguk jamaah yang dirawat di KKHI.foto TKHI for Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Jeddah — Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah tinggal menghitung hari. Tahun ini wukuf jatuh pada 21 Agustus. Untuk menjaga kesehatan jamaah haji asal Sultra kloter 23, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terus melakukan pemantauan.
Ketua TKHI Kloter 23 Embarkasi UPG, Kamrullah mengatakan, pelaksanaan wukuf yang dilanjutkan dengan mabit (bermalam) di Musdalifah dan melontar jumroh dimina, atau biasa disebut periode Armina membutuhkan fisik yang prima.

“Jadi, seminggu menjelang wukuf, TKHI kloter 23 memeriksa ulang kondisi kesehatan para jamaah, terutama jamaah dengan riwayat penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi, red) Diabetes, penyakit jantung dan jamaah usia Lanjut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, sekitar 100 orang jamaah penderita penyakit tersebut. Bahkan, sebagian besar penyakitnya tidak terkontrol, tidak minum obat teratur, bahkan ada yang tidak membawa obat rutin.

“Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan bagi para jamaah, kami memberikan obat hipertensi, diabetes dan penyakit jantung kepada jamaah untuk persiapan sampai periode Armina (Arafah Musdalifah Mina) selesai,” paparnya.

Selain itu lanjut Kamrullah, tim kesehatan juga menganjurkan kepada jamaah untuk senantiasa kontrol di posko kesehatan.

Sementara itu, salah satu jamaah haji kloter 23 asal Wakatobi yang dirawat di klinik kesehatan haji Indonesia sejak dua hari yang lalu, dengan penyakit krisis hipertensi (tekanan darah sangat tinggi) saat ini kondisinya stabil.

Namun tekanan darahnya sudah turun dari 280 menjadi 180-200. Meskipun demikian jamaah tersebut belum diperkenankan pulang ke pemondokan.

Tidak hanya itu, TKHI juga merawat salah seorang jamaah asal Kolaka yakni TN, karena terkena diare dan muntah akibat penyakit maag.

“Hari ini (kemarin, red) kami tim kesehatan juga menginfus salah seorang jamaah asal kabupaten Kolaka yakni TN, yang mengalami diare dan muntah-muntah akibat penyakit gastritis (penyakit maag), saat ini kami infus di hotel sambil di observasi. Kita harapkan kondisinya membaik, sehingga tidak perlu dirujuk ke KKHI atau ke Rumah Sakit Arab Saudi,” tandasnya. (hrn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top