METRO KOLAKA

Hari ke 4, Pencarian Penumpang Kapal Ferry masih Nihil

Tim SAR Kolaka yang melakukan pencarian penumpang KMP Permata Nusantara yang diperkirakan jatuh di sekitar Pulau Padamarang. Foto : Ist/ Kolaka Pos

KOLAKAPOS, KOLAKA — Pencarian Sudarto (37), penumpang kapal pelni KMP Permata Nusantara yang jatuh ke laut saat kapal berlayar dari pelabuhan Kolaka menuju pelabuhan Bajoe belum membuahkan hasil. Korban diduga terjun ke laut karena mengalami gangguan jiwa. Hingga kemarin (20/8), proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Kolaka belum menemukan penumpang yang dilaporkan jatuh dari atas kapal pada Jumat (17/8).

Kasubsi Operasional Search and Rescue (SAR) Kendari, Hidayat mengatakan pihaknya sudah melakukan pencarian hingga empat hari terakhir ini. Bersama tim gabungan dari KPLP Kolaka, Pol Air Polres Kolaka, Pos TNI AL Kolaka dan pihak Syahbandar Kolaka melakukan pencarian hingga 5 mil dari lokasi kejadian. Tim melakukan pencarian dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan personil tujuh orang. “Pencarian hari ke empat masih nihil, kami lanjutkan lagi besok pagi. Karena sesuai standar operasional prosedur (SOP), pencarian tetap dilaksanakan hingga waktu maksimum yaitu tujuh hari,” ungkapnya, kemarin (20/8).

Sebelumnya, korban yang merupakan warga kelurahan Laloeha, kecamatan Kolaka itu dilaporkan pihak keluarga jatuh dari kapal yang berangkat sekitar pukul 23.00, Kamis (16/8).

Menurut keponakan korban, Ani (30), korban bersama salah seorang tantenya berangkat dari pelabuhan Ferry Kolaka menuju pelabuhan Bajoe, Sulawesi Selatan sekitar pukul 23.00, Kamis (16/8). Pada pukul 04.00 Wita, Jumat (17/8) saat kapal melintas di sekitar Pulau Padamarang, korban dinyatakan hilang dari kapal. “Sebelum hilang, om saya terlihat berjalan menuju relling kapal. Sudah dicari sama dengan ABK kapal tapi tidak kelihatan,” ujar keponakan korban, Ani.

Menurut Ani, korban berangkat menuju daratan Sulsel untuk mengunjungi sanak keluarga yang berdomisili di kabupaten Bone. “Dia memang sering kesana untuk silaturahmi dengan keluarga, karena saudara-saudaranya banyak yang tinggal di Bone,” ucapnya.

Ani mengatakan, korban dikenal ramah dan pekerja keras. Meski demikian, beberapa waktu lalu korban sempat mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu disebabkan karena korban pernah jatuh dari motor pada beberapa tahun lalu. “Tapi sebenarnya dia normal ji. Karena dalam kesehariannya tampak seperti manusia normal lainnya. Bahkan, dia rajin sholat dan bekerja mengantar galon. Makanya kita tidak yakin kalau dia melompat dari kapal,” katanya.

Ia berharap, pihak Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian segera menemukan pamannya. “Kami berterimakasih atas pihak Tim SAR yang melakukan pencarian, semoga besok paman saya ditemukan,” harapnya. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top