BERITA UTAMA

Kloter 23 UPG Utuh Berwukuf

Suasana pagi tenda jamaah haji di Arafah

KOLAKAPOS, JEDDAH — Hujan deras dan disertai angin kencang terjadi di Madinah beberapa waktu lalu. Namun hal itu tidak menyurutkan niat jamaah haji kloter 23 upg untuk wukuf di Arafah. Terbukti, seluruh jamaah haji yang tergabung kloter 23 upg bisa menjalani wukuf di Arafah.

Ketua TKHI Kamrullah mengatakan, seluruh jamaah kloter 23 yang berasal dari Kolaka, Wakatobi dan Muna berjumlah 453 orang telah berhasil menjalani wukuf dengan sempurna.
Prosesi wukuf bersama yang dipandu pembimbing ibadah Sahabuddin dan ketua kloter Larija dimulai dengan shalat dhuhur dan Ashar dan berakhir sekitar pukul 15.15 WAS.

Setelah itu, lanjut Kamarullah, jamaah saling memberi selamat dan maaf memaafkan. Suasana berlangsung sehari, yang ditandai dengan hampir semua jamaah meneteskan air mata. Jamaah kemudian melanjutkan prosesi wukuf secara sendiri dengan mendoakan segenap keluarga yang belum sempat berhaji mendapatkan panggilan dari Allah SWT .

“Wukuf berarti berhenti sejenak, diisi oleh jamaah haji dengan dzikir, tafakur dan berdoa. Alhamdulillah hari ini semua ummat muslim di Arafah telah menjalani wukuf di Arafah. Artinya, mereka yang telah wukuf sudah berhak memperoleh predikat Haji atau Hajjah,” ujarnya.

Kamarullah mengungkapkan, selepas maghrib, seluruh jamaah haji secara bergelombang akan bergerak ke Musdalifah untuk bermalam. “Usai selepas tengah malam jamaah haji akan bergerak ke Mina untuk melanjutkan proses haji yaitu melontar jumroh selama 3 (Nafar awal)atau 4 hari (Nafar Tsani),” terangnya.

Ia menambahkan, terkait salah seorang jamaah haji asal Kolaka yang sebelumnya mengidap penyakit, TKHI telah melakukan antisipasi. Salah satu upaya yang dilakukan, TKHI melakukan pengawasan untuk menjaga kesehatan jamaah haji tersebut. Tidak hanya itu, TKHI juga melakukan visitasi kepada jamaah dengan riwayat kelainan paru.

“Kami mengantisipasi kambuhnya penyakit jamaah haji dengan riwayat kelainan paru. Mengingat masih beratnya tahapan yang akan dilalui. Kaka kami terus menerus menjaga kesehatan mereka. Bahkan kami juga melakukan kunjungan (visitasi) kepada jamaah dengan riwayat kelainan paru, seperti asthma dan bronchitis untuk mencegah jamaah dengan gangguan paru tersebut kambuh penyakitnya saat ini. Jamaah dengan gangguan paru cenderung kambuh pada situasi saat ini akibat kelelahan, terpapar angin, cuaca panas dan stress. Dengan visitasi ini diharapkan dapat mencegah kambuhnya penyakit jamaah dengan kelainan paru,” tandasnya. (hrn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top