BERITA UTAMA

Anggota DPRD Kolaka Sesalkan : PT Vale Belum Bangun Pabrik

KOLAKAPOS, KOLAKA — Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Rusman kembali mewarning PT. Vale, perusahaan tambang yang memiliki Wilayah Ijin Usaha Pertambangan di Kabupaten Kolaka.
Legislator Demokrat itu menilai setelah lebih dari 46 tahun kehadirannya di Sulawesi Tenggara hingga saat ini belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara terkhusus di Kabupaten Kolaka.
“Kalau dihitung hitung sudah sekitar 46 tahun kita dengar itu Vale ada di Kolaka, tapi apa yang kita sudah rasakan? Kosong, tidak ada sama sekali, nama besar saja, mulai masih bernama PT. Inco sampai berubah Vale, tidak ada kontribusi nya,” papar Rusman. (22/8).
Dia juga menyayangkan keberadaan PT. Vale yang ibaratnya hanya menjadikan masyarakat dan pemerintah setempat hanya dijadikan penjaga lahan. “Kita selama ini hanya dijadikan penjaga lahan atau kasarnya penjaga kebun, tapi tidak ada juga kita dapat kan hasilnya,” ungkapnya.
Rusman juga mengatakan bahwa pada tahun 2008 silam, PT.Vale Indonesia,Tbk telah berjanji akan mendirikan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel di blok Pomalaa Sulawesi Tenggara sebagaimana termuat dalam Kontrak Karyanya.
“Katanya perusahaan tersebut akan membangun pabrik produksi dengan kapasitas produksi mencapai hingga 35-45 juta ton salah satunya di blok Pomalaa Sulawesi Tenggara dan yang lainnya di Bahodopi. Itu ada dalam kontraknya, dan katanya pabrik di Pomalaa Sulawesi Tenggara itu akan mulai beroperasi menjelang tahun 2005, namun kenyataannya mana? Hanya katanya saja, padahal sudah dibuatkan seminarnya, jadi kita hanya menjadi korban pembohongan publik saja,” ungkapnya.
Lanjutnya, dia juga menilai pembangunan pabrik tersebut adalah proyek gagal. “Proyek gagal itu semua itu, apalagi katanya dia mau bangun pabrik pengolahan menggunakan bahan kimia, belum ada yang berhasil meneterapkan model itu, pasti juga lebih membahayakan masyarakat sekitar dan lingkungan,” ungkapnya.
Untuk itu, Rusman meminta PT. Vale sebaiknya mengakui ketidakmampuanya mendirikan pabrik di Sulawesi Tenggara. “Kalau tidak mampu sebaiknya mengaku saja, ndak usah banyak alasan dan janji-janji, kembalikan saja lahan negara yang dibiarkan terbengkalai,” terangnya.
Dia juga menyatakan akan meminta dukungan masyarakat Kolaka untuk sama sama mendesak PT. Vale agar angkat kaki dari Sulawesi Tenggara, jika memang tidak serius merealisasikan pembangunan pabriknya. “Jika memang Vale tidak serius lagi, Saya meminta dukungan masyarakat sekitar, mari kita sama sama usir PT. Vale, ” tutupnya. (Mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top