METRO KOLAKA

Dituding Pesta Miras, Ini Penjelasan Kades Ranosangia

Kepala desa Ranosangia, kecamatan Toari, Ardi (kanan) didampingi pemilik rumah Ipul saat menjelaskan kronologis yang ditudingkan padanya.Foto:  Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka –Tudingan pesta minuman keras (Miras) bersama teman wanita, yang dilayangkan kepada kepala desa Ranosangia, kecamatan Toari, Ardi, saat berada di rumah kerabatnya di desa Oneha, kecamatan Tanggetada, membuat Ardi geleng-geleng kepala.

“Saya tidak menyangka ada yang memfoto aktifitas itu. Padahal sesungguhnya saya datang ke rumahnya (Ipul, red) hanya untuk membahas bisnis (elekton, red). Ipul merupakan mitra kerja yang sama mempunyai alat musik elekton. Untuk tudingan ada pesta minuman keras itu tidak benar, karena saat saya datang di rumah Ipul sudah ada itu perempuan sedang minum minuman keras bersama rekan-rekannya. Saya juga tidak mengenal perempuan tersebut. Kalau masalah minum saya akui memang ninum, namun hanya satu gelas sebagai penghargaan saja,” ujar Ardin.

Lanjut ia mengatakan kejadian tersebut pada April, menurutnya saat itu baru pulang dari Kolaka dan dalam perjalanan dihubungi oleh Ipul untuk singgah di rumahnya di desa Oneha, untuk membahas kerjasama usaha elekton.

“Jadi yang kami cerita hanya mengenai job (pekerjaan, red) saja, yang intinya jika ada panggilan elekton dengan tanggal yang sama otomatis Ipul tidak bisa melayani, dan akan ber joint dengan saya. Begitu pula jika saya banyak pesanan elekton, maka saya akan memanggil Ipul untuk memenuhi job tersebut. Jadi kedatangan saya murni untuk membicarakan bisnis. Saat itu saya berempat duduk di kursi namun kenapa cuma saya yang disoroti? Ada apa sebenarnya? Saya juga heran seberanya ada tujuan apa sipengambil gambar tersebut,” katanya.

Ardin juga mengaku saat singgah di rumah Ipul tidak menggunakan seragam dinas, karena saat itu memang murni untuk membahas masalah bisnis.  Ia mengaku duduk bersama temannya untuk membahas bisnis itu sekitar satu jam.

“Sebenarnya saya merasa keberatan, pasalnya saya seolah pesta minuman keras, dan berpesta dengan teman perempuan, padahal saya tidak mengenal perempuan tersebut dan disitu tidak ada pesta minuman keras. Kebetulan saja saya singgah di rumah pak Ipul itu pun karena saya dipanggil. Intinya saya ingin semuanya baik seperti semula, apalagi kejadian itu diluar jam kerja,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik rumah Ipul mengakui awalnya ia memanggil Kades Ranosangia hanya untuk membahas bisnis saja, tidak ada pesta minuman keras. Ipul mengakui yang menfoto adalah temannya sendiri dan tidak menyangka akan menjadikan foto tersebut konsumsi publik.

“Saya siap menjadi saksi kalau ini berdampak sama pak Ardin, kejadian tersebut ada di rumahku, dan saya tegaskan tidak ada pesta minuman keras. Pak Ardin memang minum namun hanya satu gelas saja sebagai tanda penghormatan. Untuk diketahui saat itu banyak orang yang ada di rumahku. Namun kenapa hanya pak Ardin yang difoto dan disebarluaskan. Saya terus terang merasa bersalah karena saya yang panggil pak Ardin ke rumah. Apalagi yang mengambil dan menyebarluaskan foto tersebut adalah teman saya sendiri,” kata Ipul (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top