BERITA UTAMA

Kades Lambunti Muna Dilaporkan ke Polisi, Pegang Bahu Depan Mahasiswi KKN

Korban saat melaporkan perbuatan mesum Kades Labunti Salamin

KOLAKAPOS, Raha — Kepala Desa Labunti, Kecamatan Lasalepa, kabupaten Muna, Salamin terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian karena tangannya telah begitu lancang memegang bahu bagian depan seorang mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) asal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari pada 10 Agustus silam. Pasalnya, perbuatan mesum Salamin tersebut dilaporkan langsung oleh korban HA (21) ke Polres Muna pada Sabtu, (25/8).

HA menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya baru saja selesai mandi di Posko KKN IAN Kendari tepatnya kantor desa Labunti. “Saya mendapat perlakuan yang tidak wajar oleh Kades Labunti, Salamin dengan memegang kedua bahu bagian depan, saya hanya memakai sarung tanpa baju karena pada saat itu saya baru keluar dari kamar mandi,” ungkapnya.

Perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Kades Labunti Salamin terhadapnya, terang HA bukanlah yang pertama kali. Olehnya itu, Mahasiswi KKN ini keberatan karena harga dirinya telah dilecehkan, maka wanita berhijab ini meminta kepada Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga untuk menindak lanjuti hal tersebut. “Jauh kejadian tersebut sudah ada perlakukan yang tidak wajar terhadap saya, sehingga membuat saya tidak nyaman,” ucapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim saat dikonfirmasi via WhatsAPP mengatakan, hari ini Minggu (26/8) Kades Labunti, Salamin dimintai keterangannya terkait dugaan perkara pelecehan seksual terhadap mahasiswi KKN IAN Kendari tersebut. “Hari ini juga” singkatnya.

Perwira dua balok dipundak ini enggan menjelaskan lebih mendalam terkait perkara perbuatan mesum Kades Labunti, Salamin itu. Sebab menurutnya, yang harus menjelaskan hal tersebut adalah Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga. “Hubungi Pak Kapolres Pak. Teman media lain juga hubungi beliau,” pintahnya.

Ditempat berbeda, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga mengatakan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap tersangka (Kades Labunti, Salamin. Red). Maka untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mesumnya itu, Salamin dijerat dengan pasal 289 KUHP tindak pidana perbuatan cabul dengan ancaman sembilan tahun kurungan penjara. “Sekitar pukul 08.30 wita, korban baru saja selesai mandi dengan hanya terbalut selembar sarung dan handuk menutupi rambut, berjalan keluar kamar mandi melewati ruang tengah dan dari luar balai desa (depan pintu. Red), pelaku memanggil korban namun korban langsung masuk ke kamarnya dan tiba-tiba-tiba pelaku muncul di depan korban (masuk lewat pintu di kamar pria. Red) dan langsung kedua tangan pelaku memegang pangkal lengan korban. Mulut pelaku juga mendekatkan pada bibir korban namun korban berkeras dan sempat didorong namun korban berkeras dengan menggeser kaki kanan sehingga tidak terjatuh. Selanjutnya pelaku melepaskan pegangannya lalu mengatakan “sebentar” kemudian pelaku keluar dari kamar dan posko,” terangnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top