BERITA UTAMA

Kloter 23 Tuntaskan Rukun Haji

Jamaah haji mendaki bukit Safa dalam prosesi Sai

KOLAKAPOS, Jeddah — Jamaah haji kloter 23 UPG yang terdiri dari Kolaka, Wakatobi dan Muna menuntaskan rukun haji. Ketua TKHI Kamarullah mengatakan, hampir semua jamaah haji kloter 23 UPG telah menuntaskan ritual ibadah haji, baik itu rukun maupun wajib haji.

“Ritual terakhir yg dilaksanakan oleh jamaah haji adalah Tawaf Ifadah, sai’ dan Tahallul. Jamaah haji kloter 23 melaksanakan Tawaf Ifadah Sai dan Tahallul secara bergelombang sejak 24 Agustus hingga 26 Agustus 2018 lalu. Jamaah haji yg belum melakukan rangkaian terakhir ibadah haji adalah mereka yg kondisinya kurang fit dan wanita yang masih berhalangan. Rafah sebagai puncak ibadah haji telah selesai seminggu lalu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya jamaah haji kloter 23 telah melewati puncak ibadah haji yakni Wukuf di Arafah, kemudian bergerak ke Musdalifah dan selanjutnya ke Mina untuk melontar jumroh.
Kloter 23 memilih Nafar Tsani sehingga berada di Mina selama empat hari untuk melontar jumroh.
Setelah menyelesaikan melontar jumroh, seluruh jamaah kloter 23 UPG kembali ke makkah pada 24 Agustus.

“Satu hal yang patut disyukuri adalah selama fase Armina (Arafah, Musdalifah dan Mina) dan pasca Armina tidak ada seorangpun jamaah haji kloter 23 memerlukan perawatan medis serius. Tidak ada juga yg sampai dirujuk ke KKHI (Klinik kesehatan haji Indonesia) maupun ke RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi).
Ini tdk lepas dari kesadaran para jamaah untuk mengikuti arahan Tim kesehatan, baik tim kesehatan kloter maupun tim Kesehatan non Kloter.
Kondisi ini kita harapkan terus terjaga sehingga Kloter 23 dapat kembali ketanah air dengan sehat walafiat,” paparnya..

“Prosesi sai adalah nafak tilas apa yg dilakukan isteri nabi Ibrahim as, Siti Hajar saat bersama anaknya, Ismail. Ketika itu mereka berdua sudah kehausan, dan Siti Hajar melihat ada air dipuncak bukit Safa dan Marwah, tapi menghilang setiap beliau mendaki puncaknya, sampai akhirnya Allah SWT mengeluarkan mata air dari bawah kaki nabi Ismail, mata air tersebut itulah yg kita kenal sampai sekarang sebagai sumber air zamzam,” tambahnya. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top