BERITA UTAMA

Terkait Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Ring Road Muna Barat; KPK : Off The Record

Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada usai mengikuti rapat tertutup bersama KPK di kantor Pemkab Muna menegaskan kedatangan KPK, tidak ada kaitannya dengan Ring Road

KOLAKAPOS, Raha — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan mengomentari perihal penyelidikan yang dilakukan pihaknya pada perkara dugaan mega korupsi proyek Ring Road dan proyek pembuatan saluran irigasi Katangana satu di kabupaten Muna Barat yang telah menghabiskan anggaran negara sebesar ratusan miliar rupiah yang bersumber dari DAK tahun anggaran 2015. Sebab, Kordinator Pencegahan Korupsi KPK Wilayah Sultra Hery Nurdin mengatakan, kedatangannya di kepulauan Muna hanya untuk menggelar rapat koordinasi (Rakor) monitoring dan evaluasi (Monev) dengan salah satu topik pembahasan yakni implementasi pemberantasan korupsi melalui transparansi pengelolaan keuangan daerah secara online untuk Kabupaten Muna dan Muna Barat.

“Nanti kita lihat. Tapi terkait penindakan Off The Record. Proses penyelidikan dan sebagainya itu Off The Record,” ujar Hery Nurdin pada awak media saat ditemui di kantor Bupati Muna usai menggelar rapat tertutup bersama Bupati Muna, LM Rusman Emba, Wakil Bupati Muna Abdul Malik Ditu, Sekda Muna Nurdin Pamone, Ketua DPRD Muna Abdul Rajab Laode Biku, Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada, Sekda Muna Barat, LM Husen Tali serta pimpinan SKPD. Selasa, (28/8)

Ditempat yang sama, Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada mengatakan pada rapat tertutup tersebut, KPK tidak membahas mengenai dugaan korupsi di Muna Barat. “Oh tidak. Ini kan tim suverfisi. Saya kira tidak ada persoalan. Ini rapat seluruh seluruh kabupaten se Indonesia, termasuk Muna dan Muna Barat,” katanya

Untuk diketahui, proyek jalan Ring Road di kabupaten Muna Barat sepanjang 34 kilometer dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp98miliar dan proyek pembuatan irigasi pertanian Katangana satu senilai Rp6,9miliar. Perkara korupsi ini sebelumnya ditangani oleh Kejati Sultra, namun saat Kajati Sultra Azhari melakukan kunjungan kerja di Kejari Muna pada November 2017, mengatakan perkara mega korupsi tersebut telah diambil alih oleh KPK. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top