MUNA

27 Sapi Ternak Pemkab Muna Mati

KOLAKAPOS, Raha — Pada 2016 silam, Pemkab Muna melalui dinas Peternakan membeli 54 ekor sapi terdiri dari 50 ekor sapi betina dan empat ekor sapi pejantan. Dananya bersumber dari belanja modal DAU 2016 sebesar Rp500juta. Saat itu, puluhan ekor sapi itu dikembangbiakan pada lahan seluas 11 hektar di desa Wansugi, kecamatan Kabangka. Dua tahun dipelihara, bukannya berkembang, sapi ternak kini tersisa 27 ekor. Berkurang 50 persen dari saat pertama kali diternakkan.

Ironis, mengingat tiap tahunnya menurut Kadis Peternakan LM Yakub, Pemkab Muna menggelontorkan biaya ratusan juta rupiah untuk perawatan dan makanan sapi ternak tersebut. Informasi yang diperoleh Kolaka Pos, jumlah sapi mulai berkurang saat Agustus lalu, sebelum hari raya idul adha. Namun Yakub buru-buru membantahnya. “Ah tidak seperti itu,” ucapnya spontan, Senin (1/10).

Menurutnya, penyebab kurangnya sapi ternak Pemkab di desa Wansugi, karena lahan pengembalaan yang sempit dan tergenang banjir disaat musim penghujan. “Kita juga kekurangan pakan. Jadi ada kematian sekitar 20an ekor. Tersisa sekitar 27 ekor,” kilahnya.

Lebih lanjut Yakub mengungkapkan, pada umumnya penyebab sapi-sapi di dalam peternakan tersebut mati karena diserang penyakit perut. “Musim hujan kemarin cukup lama juga, jadi membuat sapi mencret-mencret meskipun sudah ditangani dari kesehatan hewan,” ucapnya.

Yakub berharap, keinginannya untuk mengganti area penggembalaan sapi milik Pemda Muna dari desa Wansugi kecamatan Kabangka ke desa Matarawa kecamatan Watupute dapat disetujui oleh Bupati Muna LM Rusman Emba. Alasannya, karena saat ini, lokasi penggembalaan sapi di desa Wansugi, sebahagian lahan pengembalaannya telah dijadikan kawasan pengembangan ayam petelur. “600 hektar di Matarawa untuk padang pengembalaan. Mudah-mudahan bisa disetujui oleh bupati,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top