BERITA UTAMA

PT.Ceria Komitmen Jaga Lingkungan dan Ganti Rugi Lahan

saat RDP Komisi III dengan PT CNI berlangsung.

KOLAKAPOS, Kolaka — Management PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI) menyatakan komitmennya akan tetap menjaga lingkungan sekitar wilayah pertambangan nya dan juga ganti rugi lahan dalam bentuk bantuan dana bagi petani tambak warga yang tertunda. Hal itu disampaikan oleh management PT. CNI dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRD Kolaka pada Senin (1/10).
“Kami sudah menyiapkan 567 kompartemen bahkan saringan, tambak-tambak ada kita bebaskan, penanaman juga kita lakukan. Saluran sepanjang 500 meter juga sudah kami bangun disekitar area pembibitan, jadi Pemenuhan komitmen lingkungan tidak ada masalah. Apalagi, pemantauan lingkungan rutin pertiga bulan sekali,” papar Kepala Teknik Tambang PT.CNI, Alfin dalam RDP tersebut.

Terkait komitmen PT. CNI terhadap ganti rugi atau bantuan dana bagi lahan tambak yang terkena dampak pertambangan, koordinator Legal PT. Ceria, Kenny Rochlim dalam RDP itu juga menyatakan bahwa sudah sudah ada pembayaran Rp3,1 miliar. Sisanya akan menyusul mengingat perusahaan dalam kondisi laporan “cash flow”. “Proses pembayaran itu sudah tujuh kali dengan total 3 Milyar 166 juta ke rekening atas nama Syamsikar, Perwakilan Masyarakat, untuk 360 hektar, dan dana yang tersalurkan itu belum pernah minta pertanggungjawabannya. Dan untuk Proses pembayaran karena ini komitmen, tentu akan dibayarkan PT.Ceria. Tetap perusahaan berkomitmen akan menyelesaikan sisanya, karena saat ini kondisi keuangan sedang dalam cashflow, jadi mungkin bulan depan sudah bisa,” jelas Kenny.

Sedangkan Manager Eksternal PT, CNI Alim Bahri , juga menyatakan bahwa PT. CNI saat ini kuota ekspor orenya sudah habis sejak bulan Juli kemarin namun tetap membayar kan gaji karyawan dan tidak melakukan PHK. “Untuk diketahui sudah tiga bulan ini kami sudah tidak ekspor lagi, tapi kami tetap berkomitmen membayarkan gaji karyawan dan tidak memPHK, dan kami berkomitmen untuk membangun smelter,” uajr Alim Bahri.

Terkait persoalan lahan masyarakat di “Tanah Merah” , management Ceria juga menyatakan menunggu bukti-bukti kepemilikan untuk diproses.

Sementara Ketua Komisi III Syaifullah Khalik dalam RDP itu mengatakan bahwa pihak DPRD dan instansi terkait akan melakukan pemantauan dilapangan di lokasi PT.CNI. “Saya kira sudah ada titik temunya tadi. Nanti juga kita akan turun ke lapangan untuk memantau. Kita juga tinggal tunggu SK dari Bupati tentang tim yang akan turun memverifikasi lahan warga di tanah merah,” paparnya usai RDP tersebut.

Sebelumnya dalam RDP itu, perwakilan masyarakat mengadukan dua hal terkait permasalahan warga dengan PT.CNI. “Menyangkut status tanah merah lahan di kecamatan Wolo masih ngambang sebagian lahan sudah dikelola, Ternyata pihak perusahaan menyatakan bahwa disana tidak ada hak atas tanah atas masyarakat, Kami sangat membutuhkan keputusan apakah benar atau bagimana? Kemudian kedua ada komitmen perjanjian dalam bentuk angka-angka yang belum diselesaikan yang sudah harus lunas bulan Agustus. Sudah tiga bulan menunggak,” terang Syamsikar, perwakilan masyarakat. (mir/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top