BERITA UTAMA

Anggota DPRD Konawe, Tersangka Penggelapan Ore Nickel

Jemi S Imran, wakil ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Konawe

KOLAKAPOS, Unaaha — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) inisial DZA jadi tersangka kasus tindak pidana penggelapan dan penjualan ore nickel di desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Terkait penetapan DZA sebagai tersangka tunggal, Wakil Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Jemi Syafrul Imran, hingga kini belum mengambil tindakan untuk anggota partainya.

Hal ini kata Jemi, karena kasus yang dialami DZA, merupakan persoalan pribadi, sehingga partai tidak bisa ikut campur di dalamnya apa lagi memberikan bantuan hukum terhadap tersangka.

” Beliau (DZA) tersangka dalam kasus penjualan ore nikel. Jadi tidak ada kaitannya dengan partai, artinya partai tidak akan memberikan bantuan hukum kepada dia, karena menjadi urusan pribadi beliau,” Kata Jemi.

Terkait keanggotaanya sebagai wakil rakyat, dari fraksi Gerindra, tambah Jemi, pihak partai juga belum mengambil tindakan, apakah yang bersangkutan akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) atau tidak.

Karena dari partai sendiri, masih melakukan kajian terkait masalah yang di hadapi DZA, selain itu untuk melakukan PAW ada aturan yang harus di taati,

Antaranya aturan PKPU No. 6 tahun 2017 bahwa anggota DPRD dapat dilakukan Pergantian Antar Waktu apabila yang bersangkutan meninggal dunia, mengundurkan diri dan atau diberhentikan oleh partainya.

” Untuk dilakukan PAW, partai masih mempertimbangkan. Kita ikuti proses dulu dan kita masih pelajari. Kalau dimungkinkan kenapa tidak, demi kelancaran tugas Fraksi di DPRD Konawe,” Tambahnya.

Diketahui tersangka DZA ditangkap oleh penyidik kepolisian di kediamannya, di desa Dunggua Kecamatan Amonggedo atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. DZA sendiri dijemput paksa oleh penyidak Polda Sultra karena sudah dua kali mangkir dari pemanggilan penyidik.

Perkara yang menyeret anggota DPRD konawe itu dilaporkan oleh BD terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang dengan kerugian sebesar Rp 1,5 miliar.(m4/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top