MUNA

Seribu Hektar Sawah di Muna tak Difungsikan

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Raha — Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Muna, Anwar Agigi mengatakan, petani sawah di kabupaten Muna belum memperlihatkan keseriusannya dalam menggarap lahan persawahan. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat sekitar 1003 hektar sawah di kabupaten Muna tidak dimanfaatkan oleh petani.

Menurut Anwar, keterbatasan keterampilanlah sebagai faktor utama penyebab masyarakat tani di kabupaten Muna tidak memanfaatkan lahan subur mereka tersebut. “Permasalahan petani ada pada faktor keterampilan. Kita orang Muna ini dari dulu tidak akrab bersawah, hanya terbiasa dilahan kering. Tapi, seiring perkembangan zaman, petani di desa Kontukowuna yang petaninya semua mayoritas suku Muna telah membuktikan keberhasilannya dalam bertani padi sawah. Mereka panen itu mencapai 3,5 ton hingga 4 ton per hektar,” ujarnya pada Kolaka Pos saat ditemui diruang kerjanya, Kamis, (4/10)

Di kabupaten Muna ucap Anwar, areal persawahan relatif sempit yakni baru sekitar 833 hektar yang difungsikan dari jumlah total areanya yakni 1836 hektar. “Kita lagi identifikasi seribu lebih lahan itu (sawah. Red) kenapa tidak dimanfaatkan. Apakah bermasalah pada irigasi atau pematangnya,” ucapnya

Lebih lanjut Anwar mengatakan, ada empat titik irigasi yang mejadi area persawahan di kabupaten Muna yakni irigasi Labu-bulu mengaliri area sawah petani di desa Labulu-bulu, Laiba dan Latampo. Kemudian irigasi Kolasa, mengairi area perswahan di desa Wakumoro, Kolasa dan Parigi. Selanjutnya, irigasi Bente mengairi sawah di desa Bente dan Rangka. Kemudian, irigasi Bahutara mengaliri sawah di desa Lupia, Bahutara dan Kontukowuna. “Varietas padi yang cocok ditanami di Muna yakni padi varietas Ciliwung, Inpari dan Inpara. Kalau varietas Konawe itu tidak cocok sudah pernah di uji coba,” tandasnya. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top