BERITA UTAMA

Beredar Isu, Istri Polisi Pelaku Penganiaya Wanita Cantik, Setor Rp 20 Juta Damai

ilustrasi/net

Kasat Reskrim: Tidak Ada Begitu-Begitu di Polres

KOLAKAPOS, Raha — Masih ingat pemberitaan dugaan perkara penganiayaan yang dilakukan oleh seorang istri polisi yang terbakar api cemburu berinisial YHN dengan bringas menyerang seorang wanita centik yang diduga sebagai pelakor di jalan Lumba-lumba, kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, berinisial L (25) pada Kamis, (30/8/) lalu. Rupanya, perkara penganiayaan itu berakhir damai. Belakangan, berkembang isu dikalangan masyatakat bahwa damainya YHN dengan L, lantaran YHN telah menyetor uang sebesar Rp20juta untuk menutup pemberitaan dan perkara tersebut penyelidikannya tidak berlanjut hingga ke meja hijau.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi membantah keras. Menurutnya, tidak ada penyetoran uang ke Polres Muna prihal damainya YHN dengan L. “Saya tegaskan, tidak ada uang tentang perkara ini di Polres Muna. Saya tidak tau kalau ditempat lain. Yang jelasnya, saya tidak pernah mendengar itu. Saya juga sudah kumpul anggota saya, tidak ada itu,” ujarnya

Lebih lanjut Ia mengatakan, jika Ia mengetahui ada oknum kepolisian yang bermain dan menerima uang, maka Ia akan melakukan penindakan tegas. “Saya tadi sudah bilang, tidak ada begitu-begitu (setor duit untuk cabut laporan. Red) di Polres Muna. Saya akan tindak anggota saya jika menerima itu. Kalau diluar saya tidak tahu. Itukan isu-isu, bukan saya dengar dari pemilik dan yang menerima. ,” ucapnya berulang

Lebih lanjut, Perwira polisi berpangkat dua balok dipundak ini mengungkapkan, pihaknya tidak menindak lanjuti perkara penganiayaan yang dilakukan seorang istri polisi YHN terhadap L, lantaran L sudah mencabut laporannya. “Itu sesuai surat edaran Kapolri nomor 7 dan 8 tahun 2018, boleh kita lukukan itu (damai cabut laporan. Red), selama itu tidak memberikan dampak-dampak yang lebih parah ke Masyarakat. Jadi mereka berdua sudah damai. Kita sudah tidak lanjutkan lagi sampai ke penyidikan karena waktu tahap perdamaian masih penyidikan,” katanya.

Fitrayadi juga mengatakan, Ia tak ingin melakukan penyelidikan terkait beradarnya isu Rp20juta tersebut. Sebab, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait hal itu.”Polisi tidak menyelidiki isu. Polisi tidak menyelidiki Hoax, yang penting selama tidak ada laporan. Kalau hanya isu, masih banyak pekerjaan lain yang harus saya selidiki,” tandasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top