BERITA UTAMA

Tak Masuk Caleg, KPU Diadukan ke Bawaslu

KOLAKAPOS, Kolaka — Karena tidak masuk dalam daftar calon anggota legislatif, salah seorang eks atau mantan napi korupsi di Kolaka mengadukan KPU Kolaka ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kolaka. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Kab. Kolaka Juhardin (5/10).
“Iya yang diadukan KPU, kita sudah sidang kemarin, nantilah kami sampaikan kalau sudah diputuskan,” terang Juhardin singkat.
Putusan sidang gugatan tersebut kata Juhardin akan disampaikan pada Senin pekan depan. “Nanti Senin ya hasilnya kita sampaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Bidang Hukum, Abdul Rahman yang dikonfirmasi terkait hal itu juga membenarkan jika pihaknya diadukan ke Panwas. “Iya kita sudah sampaikan jawaban termohon dalam hal ini kami KPU, sidangnya kemarin,” papar Rahman.
Rahman juga mengatakan bahwa pihaknya juga sudah menyampaikan jawaban yang pada pokoknya meminta Bawaslu menolak seluruh gugatan pemohon.
“Pertama dia tidak masuk dalam DCS, karena partainya sudah mengajukan pengganti nya sebelum penetapan DCS, dan Sesuai Surat KPU terkait putusan MA yang mengabulkan calon eks korupsi boleh mencalonkan sebagai caleg namun itu sebatas mereka yang mengajukan gugatan ke Bawaslu Propinsi atau Kabupaten dan amar putusannya di kabulkan, tapi yang bersangkutan yang menggugat kan tidak mengajukan gugatan sebelumnya, ” ujarnya.
Komisioner KPU Kab. Kolaka lainya, Aidil Adha juga menyatakan bahwa peluang untuk dikabulkan gugatan pemohon sangat kecil.”Sangat kecil, dan berbenturan dengan aturan yang ada baik aturan KPU maupun Bawaslu,” ungkapnya.
Untuk diketahui gugatan tersebut diajukan oleh salah satu eks mantan Napi Korupsi inisial RB dari Partai PAN. Sebelumnya partai PAN Kolaka mengajukan RB untuk masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) caleg DPRD Kolaka , namun karena terganjal aturan sebelum putusan MA yang menyatakan Calon Eks Mantan Napi Korupsi tidak boleh nyaleg, partai PAN Kolaka kemudian menggantikan RB dengan calon lainnya, sehingga RB tidak masuk dalam DCS. Belakangan Putusan MA mengabulkan gugatan terkait mantan napi Koruptor boleh nyaleg, dan RB kemudian menggugat KPU Kolaka. (Mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top