BERITA UTAMA

23 Perusahaan Tambang Bombana Abaikan Regulasi

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Rumbia — Luar biasa, 23 perusahaan tambang di Bombana sampai saat ini masih abai dengan regulasi. Lihat saja, 23 perusahaan tersebut tidak mengantongi izin Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Hal itu terungkap saat sejumlah staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bombana melakukan kunjungan di beberapa perusahaan tambang akhir pekan lalu.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bombana, Makmur juga membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan perusahaan yang dimaksud yakni PT.Tekonindo, PT.Alamharig, PT.Trias Jaya Agung, PT.Timah Ex Ploning, PT.Cahaya Saga Utama, PT.Maju Mulia Agung Tama, PT.Dhynasti Thamer Dwijaya, PT.Gamalama Putra Jaya, PT.Karya Cipta Pratama, PT.Lamora Tranding Company, PT.Multi Gramindo, PT.Niagatama Makmur Sembada, PT.Sentral Mayindo Selaras, PT.Terang Guna Sentosa, PT.Arta Bumi Mineral, PT.Bakti Bumi Sulawesi, PT.Bahtera Mining industri, PT.Agra Mining Sejahtera, PT.Cahaya Gemilang Sentosa, PT.Tonia Mitra Sejahtera, PT.Yobil Pratama dan PT.Legerindo Utama. “Rata-rata sudah tidak aktif dan perusahan ini juga tidak menyampaikan laporan RKL-RPL tahun 2016 dan 2018,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemda sudah melayangkan surat teguran pada perusahan. Bila tuntutan Pemda tidak disahuti, maka Pemda akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan. Dari evaluasi tersebut terangnya, jika perusahaan tidak mengantongi izin dan membuat laporan, maka akan dilakukanb pencabutan izin perusahaan. “Selama ini perusahan tambang yang ada di sini rata-rata hanya mengambil hasil. Sedangkan terkait lingkungan agar tetap terjaga, itu diabaikan. Tiap tahun juga kami selalu menyampaikan pada perusahan untuk melengkapi apa yang menjadi kewajiban administrasinya,” ungkapnya.

Mulai hari ini, Pemkab akan mengirimkan sura teguran ke seluruh perusahaan bandel tersebut. Bila dalam satu bulan sejak surat teguran tidak diindahkan, maka Pemkab akan mengambil langkah tegas. “Dari 23 perusahan tersebut baru satu perusahan yang sementara ini lagi mengurus izin dan menyusun laporan,” tandasnya. (k6/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top